WartaKota/
Home »

Depok

Anak Bos Pandawa Juga Praperadilankan Kejari Depok Selain Polda Metro Jaya

"Jadi Kejaksaan Negeri Depok kami praperadilankan karena mengamini kasus ini," kata dia.

Anak Bos Pandawa Juga Praperadilankan Kejari Depok Selain Polda Metro Jaya
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Salman Nuryanto. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Selain mempraperadilankan Polda Metro Jaya, anak kandung tersangka kasus investasi bodong Salman Nuryanto alias Dumeri, yang merupakan Bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, yakni Atika Dian Pratiwi, juga mempraperadilankan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok dalam mem-P 21 kan berkas penyelidikan kasus ayahnya yang ditangani Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui Salman dijerat pasal berlapis mulai dari dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang disinyalir merugikan dana nasabahnya hingga Rp 1,1 Triliun.

Mochamad Anshory, Ketua Umum Yayasan Amanat Perjuangan Rakyat Malang (Yaperma), selaku badan hukum yang ditunjuk atau diberi kuasa oleh Atika, anak kandung Salman Nuryanto dalam mempraperadilankan kasus ini, kepada Warta Kota, Minggu (16/7/2017) mengatakan mempraperadilankan Kejari Depok dilakukan karena kejari menyatakan berkas penyidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya lengkap atau P-21.

Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Salman Nuryanto.
Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Salman Nuryanto. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Padahal pihaknya kata Anshory menilai penyidik Polda Metro Jaya sewenang-wenang dalam memproses hukum kasus Salman Nuryanto ini, mulai dari penetapan tersangka, penangkapan penahanan dan penyitaan asset, yang dianggap diluar prosedur.

"Jadi Kejaksaan Negeri Depok kami praperadilankan karena mengamini kasus ini," kata dia.

Jika sidang gugatan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya yang digelar Senin (17/7/2017) besok, adalah agenda pembacaan gugatan pemohon, karena dua kali sidang sebelumnya ditunda dan diundur, maka praperadilan kepada Kejari Depok yang juga akan digelar Senin (17/7/2017) besok, diharapkan sudah masuk ke tahap putusan.

Sebelumnya Anshory menyebutkan bahwa Salman Nuryanto alias Dumeri, yang merupakan Bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, mengklaim mampu dan akan membayarkan semua uang ribuan nasabahnya yang mencapai triliunan rupiah, jika kasusnya ini batal demi hukum lewat dua praperadilan yang diajukan anak kandungnya Atika Dian Pratiwi ke PN Depok.

"Sejak awal Pandawa memang mampu kok membayarkan uang nasabah. Dan akan dibayarkan oleh Nuryanto setelah praperadilan saat dinyatakan kasusnya batal demi hukum oleh pengadilan," kata Anshory di Kantor Yaperma di Bedahan, Sawangan, Depok, Minggu (16/7/2017).

Ia menuturkan sebenarnya tidak ada yang salah dengan sistem investasi di KSP Pandawa Mandiri Group.

Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Salman Nuryanto.
Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Salman Nuryanto. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Masalah muncul katanya saat OJK mengobok-obok Pandawa Mandiri Group sehingga membuat semua nasabahnya menuntut uangnya kembali.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help