WartaKota/
Home »

Depok

Anak Bos Pandawa Group Praperadilankan Polisi karena Sewenang-wenang

Nuryanto mengalami banyak siksaan dan intimidasi dari penyidik. Bahkan, saat penyitaan aset dilakukan, penyidik tidak dilengkapi surat tugas.

Anak Bos Pandawa Group Praperadilankan Polisi karena Sewenang-wenang
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Slamet Nuryanto. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Merasa ayahnya diperlakukan sewenang-wenang dan tak sesuai prosedur yang ada, Atika Dian Pratiwi, anak kandung Bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, Salman Nuryanto alias Dumeri, mempraperadilankan Polda Metro Jaya terkait penanganan kasus pidana yang dituduhkan kepada ayahnya ke Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Salman Nuryanto merupakan tersangka kasus dugaan investasi bodong yang disinyalir merugikan ratusan ribu nasabahnya hingga Rp 1 triliun lebih lewat koperasi yang dipimpinnya.

Ia dijerat pasal berlapis mulai dari dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Slamet Nuryanto.
Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Slamet Nuryanto. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Bersama 26 orang pimpinan dan leader KSP Pandawa Mandiri Group, Nuryanto kini ditahan di Rutan Cilodong, Depok sejak 19 Juni lalu, sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Depok. Nuryanto menunggu kasus pidananya disidangkan di PN Depok.

Permohonan praperadilan atas kasus Slamet Nuryanto ini, diajukan oleh Yayasan Amanat Perjuangan Rakyat Malang (Yaperma), selaku badan hukum yang ditunjuk atau diberi kuasa oleh Atika, anak kandung Salman Nuryanto.

Ketua Umum Yaperma, Mochamad Anshory, gugatan praperadilan dilakukan pihaknya setelah menerima aduan dari anak kandung Slamet Nuryanto serta ribuan anggota dan nasabah Pandawa yang kini tidak jelas nasibnya.

Menurut Anshory, sejak awal yakni mulai dari penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, dan penyitaan aset, semuanya dilakukan penyidik Polda Metro Jaya tidak sesuai prosedur dan aturan yang ada.

Ia menjelaskan, tanpa diperiksa penyidik, Nuryanto sudah langsung ditetapkan tersangka.

"Ini janggal. Belum lagi, saat penangkapan dan penahanan, Nuryanto mengalami banyak siksaan dan intimidasi dari penyidik. Bahkan, saat penyitaan aset dilakukan, penyidik tidak dilengkapi surat tugas dan surat lainnya, serta melakukannya secara paksa," kata Anshory kepada Warta Kota di Kantor Yaperma, Bedahan, Sawangan, Depok, Minggu (16/7/2017).

Menurutnya, banyaknya kejanggalan proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan penyidik, membuat pihaknya mempraperadilankan kasus ini.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help