Kasus Narkoba

Polisi Akan Periksa Guide Tersangka Pengedar Satu Ton Sabu di Anyer

Polisi akan memeriksa Komalasari, guide atau pemandu wisatawan yang disewa para tersangka penyelundupan satu ton sabu di Anyer, Serang, Banten.

Polisi Akan Periksa Guide Tersangka Pengedar Satu Ton Sabu di Anyer
ISTIMEWA
Aparat Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya (PMJ) dan Satuan Narkoba Depok, berhasil mengamankan satu ton sabu di kawasan Anyer, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017) dini hari. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Pihak kepolisian akan memeriksa Komalasari, guide atau pemandu wisatawan yang disewa para tersangka penyelundupan satu ton sabu di Anyer, Serang, Banten.

Polisi akan memeriksa apakah guide tersebut terlibat dalam akai penyelundupan sabu tersebut.

"Perkembangannya kami akan memeriksa saksi yang menjadi guide. Artinya menjadi pemandu dari para tersangka ini. Baik itu mencari mobilnya untuk rental atau pun mencari makan sehari-hari," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7/2017).

Kemudian, lanjutnya, juga akan diselidiki saat para pelamu mencari losmen untuk penginapan.

Baca: Ultah ke 37, Makam Julia Perez Disambangi Keluarga untuk Ziarah

Apakah pemandu ini tahu kegiatan keempat tersangka. Apakah dia ini tahu pengiriman narkotika ke beberapa wilayah.

"Ini masih kita dalami," kata Argo.

Aksi para pengedar satu ton sabu yang ditangkap di Anyer, Serang, Banten, ternyata melibatkan seorang guide atau pemandu wisatawan.

Empat tersangka Warga Negara Asing (WNA) Taiwan itu menggunakan jasa Komalasari, sebagi guide selama menjalankan aksinya.

"Para pelaku ini menggunakan jasa guide bernama Komalasari, warga Tangerang. Dia dibayar Rp 300.000 per hari," kata AKP Rosana Albertina Labobar, Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Narkoba Polres Depok, ditemui di di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2017) malam.

Polisi Wanita (Polwan) yang kerap disapa Ocha ini, menyebut Komalasari atau Mala, selalu ikut bersama para tersangka.

Para tersangka mengaku, mengenal Mala melalui aplikasi pesan, We Chat. Dimana Mala diketahui pernah bekerja di Taiwan dan fasih berbicara bahasa negara tersebut.

"Mala ini disewanya selama kurang lebig dua minggu. Pelaku benar-benar diperalat para tersangka," jelas Ocha.

Yaitu dengan menggunakan identitas Mala untuk menyewa mobil dan menyewa kamar hotel.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help