Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian, Polda Metro Jaya Periksa Pelapor Kaesang

Polisi memeriksa Muhammad Hidayat Situmorang sebagai tersangka kasus ujaran kebencian melalui media sosial, Jumat (14/7/2017).

Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian, Polda Metro Jaya Periksa Pelapor Kaesang
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Muhammad Hidayat, pelapor akun YouTube Kaesang 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Polisi memeriksa Muhammad Hidayat Situmorang sebagai tersangka kasus ujaran kebencian melalui media sosial, Jumat (14/7/2017).

"Iya dipanggil, diundang," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017).

Hidayat yang sempat melaporkan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep itu, menjalani pemeriksaan kedua. Pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkara kasus yang menjerat Hidayat.

Baca: Rizieq Shihab Sedang Urus Hal-hal Teknis dengan Pemerintah Sebelum Pulang

"Ini panggilan kedua. Iya betul (pelengkapan berkas)," ujar Argo.

Hidayat juga telah memenuhi panggilan terkait kasus penyebaran video Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Hidayat, saat melakukan pengamanan aksi demonstrasi 4 November 2016 atau 411.

Dia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penghinaan terhadap video Kapolda yang diunggahnya di media sosial.

Baca: Sandiaga Uno Dapat Ide Bangun Syariah Zone Usai Silaturahmi ke Rumah Habib Ali Kwitang

"Sekarang saya dipanggil terkait dugaan pidana pencemaran nama baik atau fitnah kepada Kapolda Metro Jaya, dengan saya melakukan tindakan mengunggah sebuah video yang di dalam video itu terdapat adegan tayangan di mana Kapolda sedang melakukan perbuatan menghasut menyuruh orang lain untuk melakukan tindakan kekerasan," tutur Hidayat.

Hidayat disangka melanggar pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 1 dan atau pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 ayat 2 Undang-undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman pidana paling lama enam tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Polisi tidak menahan Hidayat. Penangguhan penahanan yang diajukan pihak keluarga dikabulkan lantaran alasan kesehatan. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help