WartaKota/

Catur Incar 1 Emas Saja di AIMAG 2017

Catur cukup mengincar satu emas saja di ajang Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) 2017 di Ashgabat, Turkmenistan.

Catur Incar 1 Emas Saja di AIMAG 2017
Pelatnas catur. 

WARTA KOTA, BEKASI-Pelatih timnas catur Indonesia, Yosep Majela mengatakan bahwa ia hanya memasang satu target emas di Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) 2017 nanti.

Yosep menuturkan, target tersebut sudah sangat mencukupi mengingat sembilan pecatur Indonesia yang bakal dikirim ke Ashgabat, Turkmenistan nanti akan berhadapan dengan lawan-lawan tangguh.

"Jujur memang berat persaingan di AIMAG 2017 nanti. Tiongkok dan India masih cukup mendominasi, sementara di Asia Tenggara ada Vietnam dan Filipina. Belum lagi negara-negara Timur Tengah, " kata Yosep.

Yosep mengatakan, latihan intensif sendiri nanti akan dimulai pada pertengahan Agustus, di mana Percasi bakal mendatangkan dua pelatih asing dari Jerman dan Belarus.

Menurut Yosep, anak-anak didiknya bakal mendapatkan materi berbeda dan strategi baru dalam menghadapi lawan dari dua pelatih asing ini.

Menurut Yosep, selama ini anak-anak didiknya mengembangkan permainan lewat buku-buku, lalu dianalisa, dan diaplikasikan lewat sparring maupun permainan catur online.

"Hasilnya tentu akan berbeda kalau mereka diajar langsung oleh pelatih luar yang punya sudut pandang berbeda dalam menerapkan strategi, " kata Yosep.

Selain berlatih dan mengembangkan pola pikir, Yosep menuturkan, ia juga mengharuskan para atletnya tetap menjaga kebugaran fisik.

Para pecatur, kata Yosep, setidaknya harus melakukan jogging setiap hari selama kurang lebih 40 menit.

Menjaga stamina dan ketahanan tubuh disebut menjadi salah satu faktor penting bagi seorang pecatur dalam memenangkan pertandingan.

"Kalau tidak jaga fisik, atlet akan cepat lelah, karena main catur itu bisa makan waktu berjam-jam. Kalau sudah lelah konsentrasi pasti buyar. Konsentrasi buyar, mereka akan error, dan kalah, " kata Yosep.

Sementara itu, pecatur putra Indonesia, Susanto Megaranto mengatakan bahwa dari 10 nomor yang diperlombakan di AIMAG 2017, ia merasa berpotensi meraih emas di nomor catur kilat beregu.

Menurut Susanto, semua pecatur punya kans yang relatif sama jika sudah bermain catur kilat yang durasi waktunya jauh lebih singkat dibanding catur klasik yang bisa memakan waktu sampai empat jam atau lebih.

"Pola strateginya pun sangat beda dengan catur klasik yang membolehkan pemain berpikir lebih lama. Dalam catur kilat, tidak melulu yang jadi unggulan pasti jadi pemenang, " katanya. 

Penulis: Banu Adikara
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help