42 Siswa eks Warga Bukit Duri Akan Dimutasi ke Cakung

Imbas dari penertiban permukiman Bukit Duri RW 12 beberapa hari lalu, membuat warga yang tinggal di lingkungan itu terpaksa harus di relokasi ke rusun

Warta Kota/Feryanto Hadi
Ratusan Warga Bukit Duri yang telah tinggal di rumah-rumah susun menyaksikan bekas kampung mereka diratakan dengan tanah, Selasa (11/7/2017) 

WARTA KOTA, CAKUNG - Imbas dari penertiban permukiman Bukit Duri RW 12 beberapa hari lalu, membuat sejumlah warga yang tinggal dilingkungan tersebut terpaksa harus di relokasi ke Rusun, salah satunya Rusun Rawa Bebek.

Tak hanya itu sejumlah para pelajar yang tinggal dikawasan tersebut pun terpaksa harus di mutasi dari sekolahnya lantaran hunian yang saat ini ia tinggali berada di Rusun Rawa Bebek.

Untuk itu Pemkot Jakarta Timur membantu para orang tua siswa yang ingin memindahkan anaknya ke sekolah yang lebih dekat dari tempat tinggalnya sekarang.

Sebanyak 42 siswa yang terkena dampak relokasi Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan akan dimutasi ke sejumlah sekolah di Jakarta Timur.

Baca: Akhirnya Beyonce Posting Bayi Kembarnya di Media Sosial

Mulai hari ini Rabu (12/7/2017) akan dilakukan pencarian sekolah untuk mereka yang akan pindah sekolah. Saat ini para warga tersebut tinggal di Rusun Pulo Gebang dan Rusun Rawa Bebek.

Kasudin Pendidikan Jakarta Timur wilayah 1, Muhammad Roji mengatakan, pencarian sekolah yang terdekat sudah dilakukan dengan tempat tinggal mereka.

Pihaknya juga sudah mengumpulkan sejumlah kepala sekolah yang kemungkinan dapat menampung siswa pindahan dari warga Bukit Duri.

"Tidak ada kendala untuk siswa pindahan dari Bukit Duri. Kita sudah koordinasi dengan pihak rusun untuk mengetahui pasti jumlah siswa yang masuk rusun dan akan dipindahkan sekolahnya," kata Roji saat dikonfirmasi, Jumat (14/7/2017).

Sementara itu, Kasi Pendidikan Dasar dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dikdas dan PKLK) Sudin Pendidikan Jakarta Timur wilayah 1, Mat Chair mengatakan sampai saat ini baru ada 42 siswa dari Bukit Duri yang mengurus pindahan ke Jakarta Timur data tersebut sesuai dengan surat rekomendasi dari kepala Rusun Rawa Bebek dan Pulogebang.

"Kita tetap selektif dalam memproses siswa relokasi dari Bukit Duri. Jangan sampai ada siswa lain yang ikut masuk dalam gerbong. Kita hanya memproses siswa yang sudah memiliki rekomendasi dari pengelola rusun," kata Mat Chair, yang juga sebagai penanggungawab mutasi siswa dari Bukit Duri.

Pihaknya tidak akan memprosesnya jika ditemukan warga tanpa adanya surat rekomendasi dari pengelola rusun.

Jika pun mereka tak tinggal di rusun maka harus ada surat pengantar dari Kelurahan Bukit Duri bahwa mereka merupakan korban penertiban di bantaran Ciliwung. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegahnya siswa luar masuk dalam program mutasi.

Menurut Mat Chair hingga saat ini, Jumat Rabu (14/7) ini tercatat ada 42 siswa yang sudah memiliki rekomendasi dari pengelola rusun.

Terdiri dari SD 20 siswa, SMP 9 siswa, SMK 12 siswa dan SMA satu siswa. Jumlah itu sudah termasuk siswa yang masuk tahun ajaran baru dan pindahan. Seluruhnya akan dimasukkan ke dalam sekolah negeri.

Beberapa sekolah yang akan menerima pindahan di antaranya adalah SDN Pulogebang 20, 13 dan 24 Pagi. Kemudian SMPN 284 Cakung, SMAN 11 SMAN 76 Cakung dan SMKN 48 Duren Sawit. (Joko Supriyanto)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved