WartaKota/
Home »

Depok

Jumlah Siswa Miskin Ditolak di SMA/SMK Negeri di Depok, Fenomena Gunung Es

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Kota Depok, Roy Pangharapan, menuturkan banyaknya siswa dari keluarga miskin yang tidak diterima di SMA dan SMK negeri.

Jumlah Siswa Miskin Ditolak di SMA/SMK Negeri di Depok, Fenomena Gunung Es
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Aksi bersama seratusan massa yang didominasi perempuan di Kantor Kordinator Kepala SMA/SMK se Kota Depok di SMAN 4 Depok, Sukatani, Tapos, Kamis (13/7/2017). 

WARTA KOTA, DEPOK - Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Roy Pangharapan, menuturkan banyaknya siswa dari keluarga miskin atau keluarga tak mampu yang tidak diterima di SMA dan SMK negeri bersubsidi 100 persen di Kota Depok merupakan fenomena gunung es.

Sebab kata dia, ada lebih dari ratusan siswa miskin yang ditolak di SMA/SMK Negeri di Depok, namun mereka tak tahu harus berbuat apa dan mengadu kemana.

"Sementara untuk masuk ke sekolah swasta mereka tak ada biaya, dan akhirnya putus sekolah. Ini tejadi tiap tahun," kata Roy, usai menggelar aksi bersama seratusan massa yang didominasi perempuan di Kantor Kordinator Kepala SMA/SMK se Kota Depok di SMAN 4 Depok, Sukatani, Tapos, Kamis (13/7/2017).

Padahal kata dia Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru dengan jelas menyebutkan bahwa siswa dari keluarga tak mampu diprioritaskan diterima di sekolah negeri. Bahkan sekolah negeri wajib memasukkan minimal 20 persen kuota siswa baru bagi mereka yang miskin.

"Tapi justru ini dipelintir sekolah, seakan-akan kuota 20 persen adalah maksimal. Jika kuota 20 persen habis, maka siswa miskin lain ditolak. Ini yang terjadi di Depok," katanya.

Roy mengatakan mesti ada ratusan siswa miskin ditolak di SMA/SMK negeri di Depok, karena ketidaktahuan mereka hanya.sekitar 15 ortu siswa miskin saja yang mengadu ke DKR.

"Sementara temuan kami jauh lebih banyak dari yang dilaporkan. Ini memang jadi fenomena gunung es, karena banyak yang tak terlaporkan karena mereka tak tahu harus kemana," papar Roy.

ia mencontohkan di SMAN 1 Depok, yang menyediakan 326 bangku siswa baru ada 154 siswa miskin yang mendaftar di sana.

"Namun dengan alasan kuota, hanya sekitar 60 siswa miskin saja yang diterima. Sementara sisanya, sebanyak sekitar 90 siswa tidak. Dari mereka yang tidak diterima ini, hanya 4 siswa saja ang ortunya mengadu ke kami" kata Roy.

Hal seperti ini kata dia terjadi di 13 SMAN dan 4 SMKN di Depok.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help