Ibu Kota Pindah

Alasan Jokowi Rahasiakan Tiga Provinsi Calon Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo merahasiakan tiga provinsi yang tengah dikaji sebagai ibu kota negara pengganti DKI Jakarta.

Alasan Jokowi Rahasiakan Tiga Provinsi Calon Ibu Kota Baru
Tribunnews.com/NICOLAS MANAFE
Presiden Joko Widodo di ruang wartawan Istana Kepresidenan Jakarta 

WARTA KOTA, PALMERAH - Presiden Joko Widodo merahasiakan tiga provinsi yang tengah dikaji sebagai ibu kota negara pengganti DKI Jakarta.

Alasan Jokowi merahasiakannya adalah untuk meminimalisasi harga tanah yang dapat melambung tinggi akibat aksi para spekulan.

"Tidak saya buka. Kalau saya buka di Kalimantan Timur, misalnya di Berau, nanti semua orang beli tanah di sana. Harga tanah langsung melambung," ujar Jokowi berdasarkan keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (13/7/2017).

Baca: Bertemu Jokowi Hari Ini, Gubernur Kaltim Usulkan Balikpapan Jadi Calon Ibu Kota

Jokowi pun mengatakan belum tentu Kalimantan Timur yang akan menjadi pengganti ibu kota DKI Jakarta, lantaran saat ini masih dikaji oleh Bappenas.

Hal itu sekaligus menanggapi pernyataan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, dalam kesempatan yang sama atas kesiapan Kota Balikpapan menjadi ibu kota negara.

"Tadi sudah disampaikan Gubernur Kalimantan Timur mengenai ibu kota. Saya tidak mau menyinggung itu dulu karena masih kajian," kata Presiden.

Baca: Dirjen Imigrasi: Begitu Visanya Habis, Rizieq Shihab akan Dideportasi

Jokowi mengatakan, pemindahan ibu kota tidaklah mudah. Ia menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota memerlukan kalkulasi dan perencanaan yang matang. Apalagi, rencana tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Pindah ibu kota perlu kalkulasi mengenai sosial politik, infrastruktur, dan perekonomian. Semua dihitung, kemudian diketahui kebutuhan biayanya. Itu menyangkut biaya yang banyak. Memang banyak negara sudah memindahkan dan memisahkan antara bisnis dan pemerintahan, sehingga semua bisa berjalan baik," tutur Presiden.

Sebelumnya, Gubernur Awang Faroek Ishak dalam laporannya menyebut bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi kebutuhan lahan pemerintah pusat untuk mempersiapkan ibu kota yang baru.

Baca: 91,3 Persen Orang Indonesia Setuju Pemerintah Larang ISIS

Ia juga menyebut bahwa saat ini Kalimantan Timur telah memiliki sejumlah infrastruktur yang strategis seperti bandara dan pelabuhan internasional, jalan tol, dan pasokan listrik yang mencukupi.

"Berapa pun besar lahan yang dibutuhkan, kami siap untuk fasilitasi," ucap Faroek. (*)

Penulis: Nicolas Manafe
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help