Fadli Zon Jelaskan Dinamika Demokrasi Indonesia ke Parlemen Belanda

Delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin Dr Fadli Zon SS MSc melakukan kunjungan ke parlemen Belanda.

Fadli Zon Jelaskan Dinamika Demokrasi Indonesia ke Parlemen Belanda
Istimewa
Fadli Zon dan delegasi DPR RI bertemu dengan parlemen Belanda di Den Haaq. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin Dr Fadli Zon SS MSc melakukan kunjungan ke parlemen Belanda di Den Haaq, Selasa (11/7/2017).

Muhibah DPR RI ke parlemen Belanda merupakan rangkaian untuk melakukan kerjasama antarparlemen.

Pembicaraan berlangsung dengan penuh kehangatan dengan diterima oleh perwakilan parlemen Belanda, Dr PH Omtzigt, yang merupakan anggota DPR dari Christian Democratic Appeal.

Omtzigt merupakan ketua hubungan luar negeri parlemen Belanda.

Pembicaraan berlangsung selama satu jam di mana pertemuan itu membahas demokrasi yang berkembang di Indonesia dan Belanda.

Dalam pertemuan itu, Fadli Zon dan rombongan memberikan penjelasan tentang perkembangan demokrasi dan politik di Indonesia.

Salah satu pembahasan penting dalam pertemuan itu adalah kerjasama antarparlemen yang dilakukan di antara parlemen Belanda dan Indonesia.

Fadli Zon menyatakan, ada perbedaan antara parlemen Belanda dan Indonesia.

"Mereka terdiri 150 anggota di man sebanyak 13 parpol menjadi anggota di parlemen ini, mereka tidak ada Parliamentary Threshold (PT), kalau parlemen Indonesia menggunakan PT 3,5 persen," katanya.

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah isu hangat termasuk soal penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hukum syariah di Aceh, dan kerjasama dalam pemberantasan korupsi, serta terorisme.

"Jadi, UU di Indonesia menggunakan hukum warisan pemerintah kolonial Belanda, sehingga kita melakukan pembahasan untuk melakukan revisi KUHP dan KUHAP," katanya.

Fadli Zon menyatakan, kerjasama di antara parlemen Belanda dan Indonesia akan ditingkatkan semakin baik meski terdapat perbedaan di antara kedua negara tersebut.

Delegasi Indonesia terdiri dari Fadli Zon, Dave Akbarshah Fikarno (Fraksi Partai Golkar DPR), dan Tgk Khaidir Abdurrahman (Fraksi Partai Gerindra DPR).

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help