WartaKota/
Home »

Depok

Dinkes Depok akan Lakukan Pembinaan ke RSIA Tumbuh Kembang

Dinas Kesehatan Kota Depok memastikan akan melakukan pembinaan khusus kepada jajaran petugas pelayanan di RSIA Tumbuh Kembang Depok.

Dinkes Depok akan Lakukan Pembinaan ke RSIA Tumbuh Kembang
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Glen Alvaro -- Bayi 14 bulan pasien peserta BPJS Kesehatan, yang sempat dipindah kamar secara paksa pada tengah malam saat dirawat inap di RSIA Tumbuh Kembang Cimanggis, Depok, Sabtu (8/7/2017), akhirnya diperbolehkan pulang oleh tim dokter, pada hari Senin (10/7/2017). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Dinas Kesehatan Kota Depok memastikan akan melakukan pembinaan khusus kepada jajaran petugas pelayanan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tumbuh Kembang, Depok.

Kepastian itu disampaikan menyusul terjadinya kasus pemindahan kamar rawat inap kepada pasien balita Glen Alfaro (14 bulan) di rumah sakit itu yang dikeluhkan orangtua dan keluarga pasien.

"Kami akan memberikan pembinaan agar tidak ada lagi miskomunikasi yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam pelayanan kepada klien atau pasien di RSIA Tumbuh Kembang," kata Hal itu dikatakan Kepala Dinkes Depok Lies Karmawati kepada Warta Kota di Depok, Rabu (12/7/2017).

Menurut Lies dari pengecekan dan klarifikasi serta pengumpulam informasi semua pihak terkait, pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran SOP yang dilakukan pihak rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan ke pasien.

Namun kata dia, sangat jelas terpantau adanya kesalahan komunikasi dan kesalahan pemberian informasi sejak awal pasien masuk, dari pihak rumah sakit kepada keluarga pasien.

"Karena sejak awalnya ada kesalahan komunikasi, atau pemberian informasi yang tak lengkap, akibatnya cara pemindahan pasien oleh pihak rumah sakit dianggap tidak pas, apalagi dilakukan menjelang tengah malam," katanya.

Sehingga, sambungnya, yang terpenting dan harus dibenahi oleh pihak RSIA tersebut adalah pilihan model berkomunikasi saat pemindahan dilakukan agar pasien tidak merasa dipaksa, dengan didukung pemberian informasi lengkap kepada keluarga pasien sejak awal.

"Intinya caranya, untuk hal apapun, harus bisa diterima oleh keluarga pasien," kata Lies.

Lies, juga meminta agar manajemen rumah sakit dan petugas pelayanannya memahami bahwa keberadaan klien dan keluarganya atau pasien di sana, adalah karena ada anggota keluarga mereka yang sakit atau mendapat musibah.

"Sehingga cara ngomong tak enak sedikit saja, bisa jadi benturan. Ini yang mesti dan sangat diperhatikan oleh pihak rumah sakit dalam memberikan layanannya," kata Lies.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help