WartaKota/

Dana Kurang, Atlet Balap Sepeda Latihan dengan Sepeda Jadul

Balap sepeda adalah salah satu cabang yang terpaksa mengakali minimnya dana dengan menurunkan standar instrumen latihan mereka

Dana Kurang, Atlet Balap Sepeda Latihan dengan Sepeda Jadul
Warta Kota/Banu Adikara
Manajer tim balap sepeda, Budi Saputro, di kawasan Senayan, Rabu (12/7). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Banu Adikara

WARTA KOTA, SENAYAN --  Minimnya dana dan penyediaan peralatan membuat sejumlah cabang olahraga hingga kini masih sibuk berkutat. Padahal, SEA Games 2017 hanya tinggal hitungan satu bulan lagi.

Cabang olahraga tertentu bahkan terpaksa menggunakan alat-alat yang sudah ketinggalan jaman demi tetap bisa berlatih.

Balap sepeda adalah salah satu cabang yang terpaksa mengakali minimnya dana dengan menurunkan standar instrumen latihan mereka lantaran dana yang tak mencukupi.

Manajer tim balap sepeda, Budi Saputro, di kawasan Senayan, Rabu (12/7).
Manajer tim balap sepeda, Budi Saputro, di kawasan Senayan, Rabu (12/7). (Warta Kota/Banu Adikara)

Manajer balap sepeda, Budi Saputro mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah mengajukan dana Rp 4 miliar untuk membeli sejumlah sepeda baru.

"Uang itu untuk membelikan 27 atlet kami sepeda baru. Tapi yang cair dari Satlak Prima hanya Rp 800 juta, " kata Budi di kawasan Senayan, Rabu (12/7).

Budi merinci, 27 atlet tersebut masing-masing akan berlaga di nomor - nomor berbeda, dengan rincian 11 atlet di nomor balap sepeda jalan raya, tiga di nomor time trial, delapan di nomor velodrom, dan  lima di nomor BMX.

Dana tersebut, kata Budi, tentu sangat kurang mengingat harga satu sepeda terbaik di tiap cabang bisa berkisar hingga Rp 100 juta, dan belum termasuk wheel set.

"Dengan dana tersebut, ya artinya jatah tiap atlet hanya Rp 30 juta. Jelas kurang sekali, " kata Budi.

Akhirnya, untuk menyesuaikan dana, para atlet terpaksa berlatih dengan sepeda produksi tahun 2012 yang secara teknologi sudah ketinggalan jauh dengan teknologi sekarang.

"Uang yang cair dari Satlak Prima hanya bisa digunakan untuk membeli roda baru yang bakal mereka pakai di Malaysia nanti. Menyoal sepeda, memang teknologinya sudah jauh sekali dengan yang sekarang. Usia sepeda yang sudah tua juga berpengaruh ke kinerja dan kualitasnya saat dipakai balap nanti, " kata Budi. (*)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help