WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Ini Alasan Siswa Baru SMPN 209 Lakukan Cuci Kaki Orangtua

SMPN 209 Jakarta mengelar cuci kaki orangtua serta melakukan sungkem agar anak didiknya menjadi siswa yang berperilaku baik, serta menjadi siswa yang

Ini Alasan Siswa Baru SMPN 209 Lakukan Cuci Kaki Orangtua
Joko Supriyanto
Sejumlah siswa melakukan basuh kedua kaki orangtua saat hari pertama masuk sekolah di SMPN 209 Jakarta, Senin (10/7). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, KRAMAT JATI -- Setelah massa libur sekolah selesai serta memasuki ajaran baru, sejumlah sekolah mulai dipadati para orangtua yang mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah.

Namun ada hal unik yang dilakukan SMPN 209 Jakarta, Jalan Inpres, Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur Saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

SMPN 209 Jakarta mengelar cuci kaki orangtua serta melakukan sungkem agar anak didiknya menjadi siswa yang berperilaku baik, serta menjadi siswa yang berprestasi untuk membawa nama sekolahnya.

Sejumlah siswa melakukan sungkem kepada orangtua saat hari pertama masuk sekolah di SMPN 209 Jakarta, Senin (10/7).
Sejumlah siswa melakukan sungkem kepada orangtua saat hari pertama masuk sekolah di SMPN 209 Jakarta, Senin (10/7). (Joko Supriyanto)

Kepala sekolah SMPN 209 Jakarta, Drs. Muh.Toyib Ali. MMPD mengatakan bahwa kegiatan Sungkeman yang dilakukan oleh para siswa baru bertujuan untuk menghormati orangtua yang selalu membimbing mereka dirumah.

"Sungkeman ini salah satu bentuk simbolis, bawa anak itu berasa dari bimbingan orangtua saat di rumah, sehingga mereka harus saling menghormati," kata Toyib Ali saat ditemui Warta Kota, Senin (10/7/2017).

Ia pun berharap dengan acara ini ketika siswa telah diserahkan kepada guru untuk mendidik mereka, mereka dapat lebih taat dan patuh terhadap guru.

"Kami berharap anak didik baru kami akan taat, hormat, dan mengikuti apa yang menjadi arahan bapak ibu guru," katanya.

Sementara itu kegiatan MOS sudah tidak dilaksanakan lagi setelah kegiatan tersebut diganti menjadi MPLS, hal tersebut telah tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 tahun 2016 beserta lampiran yang berhubungan dengan kegiatan dan atribut yang dilarang pada saat MOS peserta didik.

"Sekarang acaranya hanya MPLS, kegiatan ini nantinya akan berlangsung selama tiga hari," katanya.

Sejumlah siswa melakukan basuh kedua kaki orangtua saat hari pertama masuk sekolah di SMPN 209 Jakarta, Senin (10/7).
Sejumlah siswa melakukan basuh kedua kaki orangtua saat hari pertama masuk sekolah di SMPN 209 Jakarta, Senin (10/7). (Joko Supriyanto)
Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help