Warga Bedah Rumah Diminta Usaha Sendiri Lengkapi Kekurangan Rumahnya Usai Dibedah

Jika misalnya, kami membedah rumah, yang tanpa memasangkan plafon, ya kan tujuannnya agar pemilik rumah itu bersemangat bekerja, untuk melengkapi ruma

Warga Bedah Rumah Diminta Usaha Sendiri Lengkapi Kekurangan Rumahnya Usai Dibedah
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Rumah Sarwiti (38), warga di RT 015/003 Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, yang ikut program bedah rumah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pintu bagian belakang rumah miliknya tidak dipasang. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, CILINCING -- Aldo, sebagai Supervisi PT Tata Logam Lestari menanggapi keluhan para warga bedah rumah di RT 015/003, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, yang mengatakan tak puas hasil kinerja Tim Bedah Rumah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ia mengatakan, apabila banyak kekurangan pada hasil kinerja tim bedah rumah itu, warga diminta untuk melengkapinya sendiri.

"Memang, program bedah rumah itu bertujuan sebagaI perangsang ke masyarakat, agar dapat produktif dalam bekerja (mencari nafkah). Jika misalnya, kami membedah rumah, yang tanpa memasangkan plafon, ya kan tujuannnya agar pemilik rumah itu bersemangat bekerja, untuk melengkapi rumah yang sudah kita bantu. Beli plafon itu sendiri. Pada sistem program bedah rumah itu, sistem gotong royong. Supaya para warga itu terangsang untuk melengkapi terkait kekurangan di rumahnya," papar Aldo di Posko Pengendali Program Bedah Rumah, Kelurahan Cilincing, Kamis (6/7/2017).

Ia mengatakan, perusahaannya yang sebagai yang memberikan dana program bedah rumah itu, bersama Pemprov DKI Jakarta sepakat jika memilih paket putih.

Dimaksud Aldo mengenai paket putih, yakni bedah rumah tersebut pakai paket putih yang difokuskan terkait konstruksi tanpa plafon dan hanya satu pintu.

"Kalau paket cantik, ya ada plafonnya, kamar tidur lebih dari satu. Kalau pakai paket putih di program ini, ya tanpa plafon, serta satu kamar tidur dan juga satu pintu," jelasnya kembali.

Sementara itu, salah satu warga yang terkena dampak program bedah rumah, yakni DN (30), mengaku tak mampu melengkapi kekurangan yang ada dikediamannya yang sudah dibedahi oleh Tim Bedah Rumah, salah satunya pasang plafon.

Ia mengakui, belum lama ini baru saja mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), oleh perusahaannya.

"Bagaimana mau mengurus kekurangannya di rumah saya. Memang, saya syukuri tim bedah rumah sudah membedah rumah saya menjadi lebih layak. Akan tetapi, jikalau saya membeli plafon untuk dipasang dibagian dalam rumah saya, ya sayanya mana mampu pak. Sayanya, belum lama ini di PHK. Sementara saya sudah enggak tahan sama suasana hawa pengap di dalam rumah. Lantaran, enggak dipasangkan plafon. Gimana mau urus sendiri memasangi plafon kalau dananya saja saya enggak punya pak," terangnya. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved