Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Diultimatum Pihak Kejari Terkait Pungli

"Saya tegaskan, kalau sama sekali tidak ada pembenahan, jangan salahin kami apabila kami menangkapnya kembali," paparnya.

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Diultimatum Pihak Kejari Terkait Pungli
Warta Kota
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, KEMBANGAN -- Reda Mantivani yang selaku Kepala Kejaksaan Jakarta Barat, kali ini mengultimatum pihak Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Barat.

Terkait ultimatum dari Kejaksaan Jakarta Barat, diakui Reda untuk membenahi iuran tarik sampah.

"Penegasan ini (Ultimatum), dilakukan karena menduga pungli yang terjadi, dilakukan sudah sering, Itu baru satu kasus. Di kawasan yang di kelurahan lain praktek semacam ini pun sudah ada. Maka dari itu saya meminta untuk segera melakukan pembenahan. Bila tidak saya akan tangkap pungli-pungli jenis serupa," tutur Reda, pada Jumat (7/7/2017).

Diketahui sebelumnya, jajaran dari Tim Saber Pungli Kejaksaan Negeri Jakarta Barat lakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), terhadap tiga orang pegawai Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat berinisial AH, IM, UM.

Petugas di lokasi penangkapan mendapati uang sebesar Rp 800 ribu, diduga uang hasil pungutan liar.

"Penangkapan yang dilakukan UM merupakan tindaklanjut dari bebeberapa keluhan warga di sekitar. Ketika diamankan petugas UM ini juga diketahui mendapatkan uang setoran dari tiga gerobak sampah, setiap gerobak UM mematok nilai sebesar Rp 600 per-bulannya," paparnya.

Diakui Reda, UM diketahui kerap lakukan aksi pungli tersebut.

Diketahui, UM ini mengkordinir 12 gerobak di wilayah kelurahannya di Meruya. Selain UM, Reda memperkirakan juga praktik di kasus yang sama di kawasan Jakarta Barat.

"Di kasus ini, saya sudah memantau mereka sejak lama. Saya tegaskan, kalau sama sekali tidak ada pembenahan, jangan salahin kami apabila kami menangkapnya kembali," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved