WartaKota/

Penghina Warga Bekasi Ditetapkan sebagai Tersangka

Pemuda berinisial BI (24), asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini mendekam di Polrestro Bekasi untuk mempertanggung

Penghina Warga Bekasi Ditetapkan sebagai Tersangka
Kompas.com/Shutterstock
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Penghina warga Bekasi akhirnya tetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Pemuda berinisial BI (24), asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini mendekam di Polrestro Bekasi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Penetapan terlapor sebagai tersangka sudah sejak pekan lalu atau ketika yang bersangkutan diperiksa penyidik,"ujar Kapolrestro Bekasi Asep Adisaputra, Jumat (7/7).

BI diciduk oleh polisi di kampung halamannya tanpa perlawanan pada Rabu (28/6) malam.

Dia dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena menghina warga Bekasi lewat akun sosial Facebook miliknya.

Pada Jumat (23/6) lalu, BI memposting sebuah tulisan yang dianggap menghina warga Bekasi.

Adapun tulisannya adalah "Orang Bekasi ga ada orang perantauan paling juga pada mampus dan emang bisa apa orang Bekasi sekolah saja ga pada tamat SMP,".

Anggota Jawara Jaga Kampung (Jajaka) Bekasi, Suherman Haromaen kemudian melaporkan hal ini ke Polrestro Bekasi dengan nomor LP/608A/375-SPKT/K/VI/2017/SPKT/Resto Bekasi.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk mengamankan tersangka di rumahnya.

"Masyarakat Kabupaten Bekasi harus arif dan bijaksana mengunakan media sosial. Jangan marah, jangan mencaci maki, jangan mudah tersinggung. ‎Kalau ada pihak yang merasa tersinggung, dapat melaporkan kejadian ini," jelas Asep.

Status tersangka terhadap BI sudah disematkan sejak sepekan lalu dan pelaku sejak itu sudah di ta‎han di sel Mapolrestro Bekasi.

BI mengaku hanya iseng memposting ujaran kebencian tersebut di akun Facebook-nya.

Ketua Jajaka Bekasi, Damin Sada mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah menetapkan BI sebagai tersangka.

Damin berharap agar persoalan ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang lain supaya bijak dan santun dalam bermain media sosial.

"Saya juga berharap agar polisi mengusut dugaan ujaran kebencian atau kasus dugaan penghinaan lainnya. Supaya pelaku kejahatan seperti ini jera," katanya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help