Peserta Bedah Rumah Mengeluh Tadinya Punya 3 Kamar Tidur Setelah Dibedah Tinggal 1

Rumahnya, sebelum dibedah itu kamar tidur ada tiga. Tetapi, setelah dibedah, jadi satu doang kamarnya.

Peserta Bedah Rumah Mengeluh Tadinya Punya 3 Kamar Tidur Setelah Dibedah Tinggal 1
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Program Bedah Rumah di Cilincing yang terkendala kekurangan pekerja hasilnya amburadul. 

WARTA KOTA, CILINCING -- Sejumlah warga terkena program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, di Kawasan RT 015/003, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, mengeluh hasil kinerja tim bedah rumah disebut tak memuaskan.

Tak hanya tak dipasangkan pintu belakang, bagian dalam rumah menjadi panas dan pengap, dan hingga dipungutnya biaya soal instalasi listrik Rp 150.000, namun tim bedah rumah ternyata hanya membuatkan satu kamar tidur.

"Rumah saya, dulu, sebelum dibedah itu kamar tidur ada tiga. Tetapi, setelah dibedah, jadi satu doang kamarnya," ungkap Sulastri, warga RT 015/003 yang juga menjadi warga terkena program bedah rumah, Kamis (6/7/2017).

Baca: Ini Penjelasan Pihak CSR dan Pemerintah Soal Keluhan Warga Bedah Rumah di Cilincing

Padahal, di rumahitu, ada delapan orang.

Masa, delapan orang tidur semua di dalam satu kamar.

"Ya, saya mending enggak usah dibedah. Tapi ya sudah lah, saya syukuri saja. Enggak apa-apa jadi layak dilihat rumah saya. Cuman kasian anggota keluarga saya tidurnya ngampar di luar kamar," katanya.

Baca: Djarot : Kami Bedah Rumah, Bukan Pengembang Perumahan!

Mengenai hal itu, Marta, sebagai Koordinator Bedah Rumah Kecamatan Cilincing, mengakui, pihaknya dengan pihak PT Tata Logam Lestari yang sebagai perusahaan Corporate Social Reponbility (CSR) yang mendanakan program bedah rumah telah lakukan sosialisasi terkait hal tersebut.

"Mengenai hal kamar dibangun hanya satu itu memang sudah sesuai dengan proseduralnya. Makanya, sebelum dibedah rumah si warga itu kita sosialisasikan dulu mengenai desain yang akan dibangun. Mereka justru setuju, dan akui terima kasih. Mereka mau dibangun rumahnya seperti itu," kata Marta di Posko Pengendalian Program Bedah Rumah, Cilincing.

Baca: Belum Dipasang Pintu, Warga Bedah Rumah Ini Takut Kemalingan

Sementara warga lainnya, Suwastri (38), akui dirinya was-was karena pintu bagian belakang tidak dipasang oleh tim bedah rumah. Alhasil, Suwastri mengaku sulit tidur nyenyak lantaran pintu belakangnya hanya ditutupi kain gordyn, dan mudah masuk maling.

"Sebelum dibedah, akses keluar-masuk rumah saya hanya satu pintu di bagian depan. Ketika selesai dibedah, ternyata di desain ada bagian pintu belakang, ya harusnya sekalian dipasang pak pintu belakang. Saya tidur jadi tak nyenyak pak karena takut maling masuk. Masa iya sih, cuma dikasih satu pintu saja," paparnya.

Sementara itu, Aldo yang selaku Supervisi PT Tata Logam Lestari mengatakan jika pihaknya hanya memberikan satu daun pintu. Menurut Aldo, sudah sesuai dengan prosedur dan telah disepakati oleh Pemprov DKI, hingga si pemilik rumah itu sendiri.

"Kita sudah sosialisasikan dan memang hanya satu daun pintu saja yang kami sediakan. Agar pemilik itu sendiri saja yang beli. Sebab, hanya satu daun pintu disediakan oleh kami disetiap satu rumahnya, tidak lebih. Karena kan rumah mereka desain awal sebelum dibedah, pintu di rumah mereka hanya satu. Jadi memang satu pintu saja setiap rumah kami sediakan," kata Aldo.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved