Pemilik Mengaku Kelupaan Meninggalkan Tas di Depan ITC Depok

Pemilik tas diketahui bernama Daseng Rustana (33), warga Kampung Cimindi RT2/15, Desa Gugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah.

Pemilik Mengaku Kelupaan Meninggalkan Tas di Depan ITC Depok
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Tas ransel mencurigakan ditemukan warga di depan pusat perbelanjaan ITC Depok, di sisi Jalan Margonda Raya, di samping pintu masuk Terminal Kota Depok, Senin (3/7/2013) pagi. 

WARTA KOTA, DEPOK - Polisi berhasil menguak pemilik tas hitam mencurigakan yang diletakkan di pedestrian di depan ITC Depok samping pintu masuk Terminal Depok, Senin (3/7/2107) kemarin.

Pemilik tas diketahui bernama Daseng Rustana (33), warga Kampung Cimindi RT2/15, Desa Gugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah.

Daseng diamankan di rumah ayah tirinya di kawasan Kampung Pemagarsari RT 1/ Desa/Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin sore.

Baca: Ada Dua Tas Mencurigakan yang Diletakkan Orang Tak Dikenal di Depan ITC Depok

Kepada penyidik, Daseng mengaku kelupaan sehingga meninggalkan tasnya di depan ITC Depok. Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Rahmaningtyas mengatakan, terkuaknya sang pemilik tas berawal saat handphone merek Acer di dalam tas berdering, Senin sore.

"Penelepon bernama Rahmat dan menanyakan keberadaan pemilik tas," kata Rahmaningtyas, Selasa (4/7/2017).

Dari keterangan Rahmat, diketahui pemilik tas hendak menuju rumah ayah tirinya di Desa/Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Baca: Tas Mencurigakan di Depan ITC Depok Ternyata Berisi Pakaian, Diduga Milik Pemudik

Oleh penyidik, Rahmat yang merupakan tetangga ayah tiri Daseng, lalu memberikan alamat lengkap ayah tiri Daseng.

"Kemudian penyidik langsung meluncur ke alamat yang dimaksud. Tak lama, Daseng datang ke rumah ayah tirinya, dan langsung kami amankan untuk dimintai keterangan," tutur Rahmaningtyas.

Kepada polisi, kata Rahmaningtyas, Daseng mengakui bahwa kedua tas itu adalah miliknya.

Baca: Ada Tas Ransel Mencurigakan di Depan ITC Depok, Jalan Margonda Macet Parah

"Ia beralasan kelupaan sehingga meninggalkan tasnya di sana. Namun masih kami dalami lagi motifnya," ucap Rahmaningtyas.

Menurutnya, jika ada unsur kesengajaan Daseng meninggalkan tasnya di sana untuk membuat teror, ia dapat dikenakan UU Terorisme dengan ancaman hukuman hingga di atas lima tahun penjara. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved