Suara Toa di Lampu Merah Sarinah ini Dikeluhkan Warga

Suara pengeras suara berisi imbauan disiplin berlalu lintas dalam bentuk rekaman suara yang alatnya dipasang di perempatan Sarinah dikeluhkan warga.

Suara Toa di Lampu Merah Sarinah ini  Dikeluhkan Warga
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Inilah Perempatan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang rambu-rambu lalu lintasnya dipasang pengeras suara yang setiap lima menit mengeluarkan rekaman suara berisi imbauan berdislplin dalam berlalu lintas dengan kualitas suara yang dikeluhkan sejumlah warga. 

WARTA KOTA, JALAN MH THAMRIN --  Imbauan disiplin berlalu lintas, berupa rekaman suara, yang disampaikan melalui pengeras suara dan dipasang pada rambu-rambu lalu lintas alias lampu merah perempatan Sarinah, Jalan MH Thamrin,  Jakarta Pusat, dikeluhkan sejumlah warga.

Pasalnya, suara imbauan yang diperdengarkan melalui alat pengeras suara yang dinilai usang itu dipasang di atas lampu merah dengan suara sangat memekakkan telinga sekaligus terdengar 'sember'.

"Suara imbauan itu sangat berisik sekali, dan bikin telinga sakit. Terutama untuk kami yang lagi nongkrong di beberapa tempat makan dan kafe, di Skyline Building, depan Sarinah," kata Ike Novianty, seorang warga yang tengah bersantai di salah satu kafe di Skyline Building, kepada Warta Kota, Minggu (2/7/2017).

Apalagi kata dia, suara itu selalu berbunyi setiap kurang dari lima menit sekali, dengan durasi sekitar dua menit.

"Rencana mau nyantai  sambil nikmati suasana Jakarta Minggu sore, berubah jadi horor. Kuping saya sakit sekali dengarnya, akhirnya kami pindah, menjauh dari perempatan Sarinah," katanya.

Hal senada dikatakan Sam Christiano, warga Jakarta lainnya yang tengah ngopi di salah satu kafe di lobi Skyline Building.

"Sarinah ini daerah pusat kota dan tempat nyantai, berubah jadi kayak terminal, gara-gara suara imbauan enggak jelas melalui toa sember. Kacau banget dah pihak yang masang itu di perempatan Sarinah. Bikin polusi suara, sepanjang hari," katanya, Minggu.

Menurutnya suara imbauan yang memekakkan telinga membuat pengunjung kafe dan restoran di Skyline Building menjadi stres.

"Pengendara dan orang yang melintas di perempatan Sarinah pasti stres juga kalau denger suara itu. Hanya saja mereka cuma sekali dan berlalu atau sambil melintas. Sementara kami yang nongkrong di sekitaran sini, bisa stres bikin kuping sakit," katanya.

Anehnya, kata dia lagi, dalam suara imbauan itu disebutkan bahwa layanan tersebut didukung oleh sebuah media penyiaran dan operator telepon.

"Masak, sudah kerjasama atau didukung oleh dua brand besar, tapi toa atau speakernya, busuk dan sember kayak begitu. Saya harap sih, itu distop saja, atau paling tidak toa atau speaker-nya diganti dengan yang bagusan dan berkualitas, supaya enggak bikin kuping sakit," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved