Tak Ada kompromi, Imigrasi Malaysia Mulai Merazia Pekerja Ilegal Besar-besaran

Jawatan Imigrasi Malaysia merazia pekerja ilegal atau Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) di seluruh negara bagian secara besar-besaran.

Tak Ada kompromi, Imigrasi Malaysia Mulai Merazia Pekerja Ilegal Besar-besaran
Antara
Ilustrasi - Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia diangkut dengan truk tahanan Imigrasi Malaysia saat tiba di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Selasa (8/12/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Mulai Jumat (30/6/2017) malam, Jawatan Imigrasi Malaysia melakukan razia terhadap pekerja ilegal atau Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) di seluruh negara bagian secara besar-besaran.

"Pekerja ilegal akan dirazia dan dimasukkan ke tahanan depo-depo imigrasi di seluruh negeri," ujar Dirjen Imigrasi Malaysia Datuk Seri Mustafar Bin Haji Ali dalam jumpa pers berakhirnya program pendaftaran E-Card atau Kartu Pekerja Ilegal Sementara di Kantor Imigrasi Putrajaya.

Mustafar menegaskan Jumat kemarin merupakan hari terakhir program E-Card (Enforcement Card) tetapi sebagaimana terlihat, Kantor Imigrasi masih kebanjiran PATI dan majikan yang mungkin menunggu akan ada penyambungan program ini.

Dia mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan program E-Card mulai (15/02/2017) dan berakhir pada (30/6) tengah malam serta tidak akan diperpanjang lagi.

"Majikan-majikan yang datang sebelum jam 11.00 akan kita layani. Yang datang setelah jam 11.00 sukar kita layani karena tidak ada tempat untuk diproseskan. Kita sudah memberikan kemudahan. Jangan salahkan Imigresen," katanya.

Dia juga mengatakan ada pekerja Imigrasi yang balik ke rumah jam 03.00 dini hari dan baru pulang jam 06.00 pagi untuk menyelesaikan pekerjaan E-Card ini.

"Kami akan selesaikan sampai besok pagi. Bukan kami tak mau melayani tapi kerana sistem di imigresen juga terbatas. Pegawai kita sudah berupaya semaksimal mungkin," katanya.

Dia mengatakan sejak jam 08.00 Jumat pagi terdapat 155.680 PATI yang telah didaftarkan untuk pengurusan E-Card melibatkan 26.957 majikan.

"E-card yang sudah dikeluarkan sebanyak 140.746 lembar. Hingga Jumat pagi masih berduyun-duyun tak hanya di kantor pusat tapi juga di negeri-negeri. Sasaran kami 400 hingga 600 ribu E-Card," katanya.

Mustafar kecewa karena peluang yang diberikan tidak diambil dari awal sehingga pihaknya Jumat malam ini akan melakukan operasi besar-besaran.

Dia meminta majikan tidak menyalahkan pihaknya karena sudah diinformasikan lebih awal.

"Budaya kita menunggu saat-saat akhir dan mereka percaya tidak apa-apa nanti akan disambung kemudian. Saya nyatakan pada 15 Februari bahwa 30 Juni 2017 adalah hari terakhir," katanya.

Dia mengatakan dari jumlah PATI yang mengurus E-Card paling banyak dari Bangladesh, Indonesia, Myanmar dan Nepal.

Program E-Card berlaku untuk para pekerja 15 negara yakni Banglades, Filipina, India, Indonesia, Kazakhstan, Kamboja, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Langka, Thailand, Turkmenistan, Uzbekistan dan Vietnam.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved