WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Warung Makan yang Terbakar di Penjaringan Laris Langganan Warga Buat Buka dan Sahur

Yang terbakar itu warung makan biasa kayak warteg dan satunya bangunan lagi dipakai pemiliknya (Andi) usaha bikin baju (konveksi).

Warung Makan yang Terbakar di Penjaringan Laris Langganan Warga Buat Buka dan Sahur
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Dua rumah gubuk di Jalan Kenanga, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah atau lautan api, Selasa (27/6/2017), sekitar pukul 16.00. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Jajaran Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta telah memadamkan api yang membakar dua bangunan, yakni rumah makan serta konveksi di Jalan Kertajaya I, RT 014/014, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu (28/6/2017), sekitar 03.12.

Kedua bangunan yang pemiliknya atas nama Andi (40), diketahui warga sekitar jika kedua bangunan itu dalam keadaan telah kosong karena ditinggal mudik.

"Yang terbakar itu warung makan biasa kayak warteg (Warung Tegal) dan satunya bangunan lagi dipakai pemiliknya (Andi) usaha bikin baju (konveksi) gitu pak. Kejadiannya saya enggak begitu tahu, tetapi memang kondisi keduanya (bangunan) itu kosong ditinggal sama pemilik bernama Pak Andi. Sampai sekarang, pemilik bangunan itu juga sepertinya masih mudik ke kampung halaman," ungkap Elizabeth, sebagai warga setempat.

Awal mula kejadian, Elizabeth pada subuh hari mendengar suara teriakan histeris warga yang melihat kobaran api di dua bangunan miliknya Andi.

Dua rumah gubuk di Jalan Kenanga, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah atau lautan api, Selasa (27/6/2017), sekitar pukul 16.00.
Dua rumah gubuk di Jalan Kenanga, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah atau lautan api, Selasa (27/6/2017), sekitar pukul 16.00. (Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan)

Lokasi kejadian, kata Elizabeth, berjarak hanya sekitar 10 meteran.

"Saya kebangun karena mendengar teriakan si bapak (Suami). Saya dibangunin. Suami saya, bilang katanya ada kebakaran, gara-gara tidak sengaja nendengar warga berteriak kebakaran juga. Ya saya bangun, warga sudah ramai, dan saya langsung hubungi pemadam," ungkapnya wanita yang diketahui berusia 30 tahun ini

Kejadian yang buat kerugian capai Rp 250 juta itu, kata Elizabeth, mengetahui, apabila terkait penyebab kebakaran dikarenakan korsleting di bagian kelistrikan.

"Saya mendengar warga, ada yang bilang jika kebakaran itu dikarenakan arus pendek listrik. Tapi saya enggak tahu pasti, saya cuma ingat sayanya kaget, dibangunin suami lalu melihat kobaran api besar sekali. Toh, pemadaman itu hampir memakan waktu sejam lebih. Pemilik bangunan saya enggak begitu kenal, katanya memang warung makan itu sangat laku dibeli warga buat buka puasa, dan sahur," katanya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help