Depok Kekurangan Alat Pengeruk dan Akibatnya 23 Situ Alami Pendangkalan

Ia menuturkan, beberapa situ yang sudah dan tengah dikeruk dengan menggunakan alat berat

Depok Kekurangan Alat Pengeruk dan Akibatnya 23 Situ Alami Pendangkalan
Warta Kota/Adhy Kelana
Ilustrasi. Alat keruk mini beko tengah mengeruk lumpur. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Dari 23 situ serta puluhan titik aliran kali dan saluran air di Kota Depok yang mengalami pendangkalan dan mesti dinormalisasi di musim kemarau ini untuk menghadapi musim penghujan Oktober mendatang, sampai kini baru sekitar 20 persen saja yang sudah berhasil dikeruk atau dinormalisasi.

Pengerukan sengaja dilakukan di musim kemarau atau sejak April lalu, karena lebih mudah dilakukan.

Namn kurangnya alat berat atau ekskavator yang dimiliki Pemkot Depok membuat pengerukan terasa lambat.

Sebab saat ini Depok baru memiliki 4 ekskavator saja.

Karenanya tahun depan, Pemkot Depok akan kembali mengajukan penambahan ekskavator.

Hal itu dikatakan Kepala UPT Workshop Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Wahyu Hidayat. Menurut Wahyu pada 2017 ini, belum ada penganggaran untuk pengadaan ekskavator tambahan, bagi Depok.

"Kita akan usulkan untuk penambahan ekskavator pada 2018 mendatang. Semoga usulan diterima agar bisa direalisasikan tahun depan," kata Wahyu, kepada Warta Kota, Selasa (27/6/2108).

Menurutnya dalam usulan itu, minimal satu ekskavator bisa direalisasikan atai diadakan pada 2018 mendatang. "Berapa besaran anggarannya dan jumlah yang akan diusulkan, akan diperjelas lagi ke depannya," kata dia.

Dari data yang dihimpun Warta Kota dalam pengadaaan 4 ekskavator di Depok sebelumnya, setiap satu ekskavator baik ekskavator amphibi atau spider ekskavator, minimal dianggarkan dana Rp 1 miliar.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Depok, Citra Indah Yulianti, mengakui masih kurangnya ekskavator yang dimiliki pihaknya untuk memanfaatkan musim panas ini, guna mengeruk semua situ, sejumlah kali, serta saluran air, yang mengalami sedimentasi atau pendangkalan.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved