PNS Bolos Bakal Dipotong Tunjangannya

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, bakal tegas terhadap pegawai negeri sipil (PNS) yang membolos usai libur Lebaran.

PNS Bolos Bakal Dipotong Tunjangannya
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat usai memimpin upacara HUT ke-490 Jakarta di Lapangan Monas, Kamis (22/6/2017). 

WARTA KOTA, BALAI KOTA-Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, bakal tegas terhadap pegawai negeri sipil (PNS) yang nekad bolos usai libur Lebaran.

Djarot mengungkapkannya saat upacara peringatan HUT DKI di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2017) pagi.

Djarot menegaskan, kebiasaan bolos merupakan salah satu mental yang buruk. Harus diperbaiki dengan cara memberikan sanksi tegas. "Kalau PNS suka bolos begitu bagaimana masyarakat mau terlayani dengan baik," ujar Djarot.

Cuti lebaran bersama PNS dimulai 23 Juni sampai 3 Juli. Apabila ada yang berani membolos pada hari Senin (3/7/2017), maka sanksinya pembekuan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) selama beberapa bulan.

"Kalau sampai enggak masuk dengan alasan tidak jelas atau dibuat-buat, tunjangan kinerja tidak kita bayarkan. Liburnya sudah panjang itu, sepuluh hari," kata Djarot.

Djarot menjelaskan bahwa mental melayani dari setiap PNS di Jakarta mesti terus dibina. "Usia DKI sudah 490 tahun. PNS-nya semestinya minimal sudah bisa memberikan berbagai contoh ke warga DKI," ujar Djarot.

"Kita tidak pernah mendidik PNS yang kerjanya kelemar-kelemer. Anda semua mendapatkan satu karunia oleh Tuhan, ditakdirkan jadi PNS di Jakarta. Tentunya karunia itu kita terima dengan rasa tanggung jawab. Rasanya jengkel kalau dari kalian ada yang masih kelemar-klemer," tutur Djarot dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Djarot juga mengatakan pencapaian Jakarta saat ini tidak terlepas dari upaya pemimpin Jakarta terdahulu.

Mantan gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilainya telah membangun karakter masyarakat Jakarta juga meningkatkan kualitas masyarakat melalui program untuk rakyat kecil, melalui Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Hal lain yang disinggung Djarot, misalnya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan pembangunan kembali Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help