Banyak Saingan, Penghasilan Pengrajin Bedug Menurun Setengahnya

Ia berharap seseorang tertarik membeli dagangannya yang dijual musiman. "Bedugnya Pak. Silakan dilihat," kata Badrun di lokasi, Jumat (22/6).

Banyak Saingan, Penghasilan Pengrajin Bedug Menurun Setengahnya
Rangga Baskoro
Penghasilan pengrajin bedug menurun setengahnya lantaran banyaknya saingan di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/6). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Jejeran Kulit kambing berukuran selebar 1x1 meter terjemur di pembatas pagar besi di pinggir Jalan KH Mas Mansyur.

Drum-drum kosong berukuran besar sedang diwarnai cat biru oleh Badrun (38) dan Saleh (30).

Sesekali, keduanya menawarkan dagangannya kepada pesepedah motor yang melintasi jalan tepat di bawah fly over itu.

Penghasilan pengrajin bedug menurun setengahnya lantaran banyaknya saingan di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/6).
Penghasilan pengrajin bedug menurun setengahnya lantaran banyaknya saingan di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/6). (Rangga Baskoro)

Ia berharap seseorang tertarik membeli dagangannya yang dijual musiman.

"Bedugnya Pak. Silakan dilihat," kata Badrun di lokasi, Jumat (22/6).

Sudah 12 tahun Badrun menekuni bisnis menjual bedug.

Penghasilannya semakin menurun seiring mulai banyaknya saingan yang juga menjual bedug di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur.

"Kalau dulu menjelang Lebaran, bisa hampir 80 buah terjual, sekarang paling hanya 40 buah saja," ungkpanya.

Bedug yang dijualnya dipatok berkisar Rp 700.000 sampai 300.000 bergantung dari ukurannya. Harga tersebut sudah termasuk kuda-kuda yang terbuat dari kayu, 2 buah pemukul dan bedug yang telah dihias.

Jalan KH Mas Mansyur memang sejak dulu terkenal dengan sentra penjual bedug. Mereka hanya berjualan ketika memasuki bulan Ramadhan saja. Apabila sudah memasuki hari raya Idul Fitri, Badrun hanya menerima pesanan dari rumahnya yang terletak di daerah Petamburan.

Terkait penjualannya yany semakin menurun di setiap tahunnya, kedua pengrajin bedug ini tak mempermasalahkan hal tersebut lantaran pengrajin lain merupakan teman-temannya sendiri.

"Ya gak masalah, namanya kami berdagang berbarengan. Ya harus berbagi," ucap Saleh. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved