Home »

Bisnis

» Makro

Apindo: Hentikan Kampanye Hitam Terhadap Industri Kelapa Sawit Indonesia

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberi perhatian kepada induatri Kelapa Sawit yang sedang dilanda kampanye hitam

Apindo: Hentikan Kampanye Hitam Terhadap Industri Kelapa Sawit Indonesia
wartakota/nur ichsan
Ketum DPN Apindo Haryadi Sukamdani, menyangkut masalah industri kelapa sawit, termasuk juga bagian dari anggota Apindo, jadi bisa sama-sama menyuarakan untuk perjuangan dari kampanye hitam yang menyerang industri kelapa sawit. 

WARTA KOTA, SETIABUDI ----- Menyikapi gencarnya isu mengenai kampanye hitam yang ditujukan kepada industri kelapa sawit, menjadikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut memberi perhatian kepada induatri tersebut.

Ketum DPN Apindo Haryadi Sukamdani, menyangkut masalah industri kelapa sawit, termasuk juga bagian dari anggota Apindo, jadi bisa sama-sama menyuarakan untuk perjuangan dari kampanye hitam yang menyerang industri kelapa sawit.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sri Adiningsih yang dalam hal ini sebagai Keynote Speak menyampaikan bahwa Sawit Indonesia akan menjadi nomor satu di dunia.

"Sawit di Indonesia penting sekali dalam pembangunan di Indonesia, yang jelas saya yakin sudah melihat sendiri bahwa sawit itu perkembangan yang luar biasa dan banyak menyerap tenaga kerja, apalagi ekspor sawit yang terus meningkat dan menjadi salah satu pengekspor terbesar di dunia. Namun sampai saat ini sawit belum sampai mengolah menjadi sektor hilir," ujar Sri Adiningsih, Rabu (21/6/17

Kelapa sawit khususnya untuk perkebunan rakyat tidak cukup signifikan karena produktifitasnnya cukup rendah sekali.

Luas perkebunan sawit rakyat memang cukup luas, namun untuk produktifitasnya kurang maksimal bila dibandingkan dengan perkebunanan kelapa sawit swasta yang luas lahannya masih di bawah pemerintah, namun mempunyai hasil yang maksimal.

Di Papua sendiri perkebunan kelapa sawit sudah cukup banyak, ini artinya dapat membantu secara ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat di Papua itu sendiri, karena banyak menyerap tenaga kerja.

Sawit sebagai salah satu pembangunan yang penting dan strategis sekali dan menjadi daya saing untuk perkembangan Indonesia.

Mengenai black campaign yang dialami industri kelapa sawit, hal ini karena Indonesia menjadi bagian industri kelapa sawit terbesar, ini memang karena Indonesia menjadi negara terbesar penghasil Industri kelapa sawit dan ini menjadi kompetitornya merasa tidak nyaman.

Anggota DPR RI Komisi Firman Subagyo menambahkan, gagasan ide RUU Perkelapa Sawitan yang memang mempungai landasan hukum, motivasi ini saat itu karena adanya dwklarasi IPO.

Sawit itu merupakan salah satu potenai ekonomi nasional dan menjadi andalan penerimaan devisa negara dengan ekspor 20 miliar dollar.

"Sawit menjadi salah satu potensi pengurangan pengangguran, kelapa sawit juga dapat menjadi jawaban untuk keseimbangan antara Pulau Jawa dengan Luar Jawa", ungkapnya.

Lebih lanjut katanya, kemudian kedepannya bila ada kelapa sawit yang dijual kepada pihak asing nantinya akan di batasi. "Namun bila yang sudah berjalan tidak ada masalah, terkecuali yang baru dan UU Perkelapa Sawitan yang dirancang di DPR sudah hampir mencapai 90% dan kalau UU ini tidak kita selesaikan segera maka kita makin jauh ketinggalan dari negara Malaysia yang terlebih dulu", ujarnya.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: m nur ichsan arief
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help