Sampah Warga Depok Bertambah Sampai 100 Ton per Hari Selama Bulan Puasa

Peningkatan ini akibat melonjaknya volume sampah dari pasar dan sampah rumah tangga.

Sampah Warga Depok Bertambah Sampai 100 Ton per Hari Selama Bulan Puasa
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi. Gundukan sampah di kawasan Cinere.. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sama seperti tahun lalu, selama Ramadhan volume sampah di Kota Depok perharinya, yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, meningkat hingga mencapai 15 persen.

Jika di hari biasa rata-rata sampah dari Depok yang masuk ke TPA Cipayung sebanyak 650 ton, maka pada Ramadhan menjadi 750 ton per hari atau meningkat sampai 100 ton.

Kepala UPT TPA Cipayung Iyay Gumilar menuturkan, meningkatnya volume sampah selama Ramadhan di Depok berasal dari sampah pasar serta sampah rumah tangga.

"Peningkatan ini akibat melonjaknya volume sampah dari pasar dan sampah rumah tangga," katanya, Rabu (21/6/2017).

Sementara, sampah dari para pelaku usaha dan industri tetap.

Meski volume sampah melonjak, Iyay memastikan 100 armada truk pengangkut sampah, masih mampu mengangkut volume sampah warga Depok ke TPA Cipayung.

Hanya saja kata dia, ada penambahan waktu pengambilan sampah untuk sebagian armadanya, serta penambahan jam kerja petugas dan sopir armada.

"Jika hari biasa hanya dua rit bolak balik, maka di Ramadhan tambah menjadi tiga rit. Jadinya jam kerja petugas pengangkut sampah dan sopir truk sampah, juga sedikit bertambah," kata Iyay.

Ia mengatakan jika hari biasa petugas bekerja selama 9 jam, semuanya sudah rampung, maka dengan adanya peningkatan volume sampah ini, mereka bekerja menjadi 11 jam.

Menurutnya peningkatan volume sampah ini akan terus terjadi sampai malam takbiran dan hari raya Lebaran. "Setelah itu biasanya normal lagi," katanya.

Kepada masyarakat dan warga Depok, Iyay mengimbau sudah harus memulai mengurangi produksi sampahnya.

"Kebiasaan beli makanan dibungkus kotak kertas atau kardus serta styrofoam dan kantong plastik, akan menambah volume sampah. Sebaiknya dikurangi," katanya.

Selain itu kebiasaaan warga membeli makanan atau minuman kemasan juga menambah banyaknya sampah di Depok.

"Lalu kalau belanja, sebaiknya bawa kantong yang bisa dipakai terus dan berkali-kali dan tak usah pakai kantong plastik yang nantinya jadi penyumbang sampah," kata Iyay.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved