Rombongan Pemuda Bersenjata Tajam Bacok Bocah di Bawa Umur Saat Sahur On The Road

"Saya gak ngerti kenapa mereka tega, padahal adik saya perempuan, masih kecil lagi," ungkap Rafi yang terkulai lemas.

Rombongan  Pemuda Bersenjata Tajam Bacok Bocah di Bawa Umur Saat Sahur On The Road
Agus Rijanto
ilustrasi 

Laporan Wartawan, Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Kegiatan Sahur on The Road (SOTR) seakan jadi malapetaka bagi Rafi Darma Putra (17) seorang pemuda asal Jalan Kramat Pulo Gundul, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Berniat santap sahur di daerah Blok M, Jakarta Selatan, Rafi bersama sekitar 60 orang temannya malah dicegat ratusan pemuda yang membawa senjata tajam di Jalan Penjernihan 1 di dekat Mapolsek Metro Tanah Abang, Senin (19/6) dini hari tadi, pada pukul 02.40 WIB.

"Saya sama teman-teman berangkat dari Johar Baru sekitar pukul 01.00 WIB. Ada yang naik motor, ada yang naik mobil bak. Sesampainya di Jalan Penjernihan dekat TPU Karet Bivak, sudah ada keributan," ungkap Rafi di Rumah Sakit Mintohardjo, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Adik perempuan Rafi yang bernama Faiza Darma (15) yang saat itu menaiki mobil bak, dilempari petasan ke arahnya. Sehingga menyebabkan anak-anak kecil yang berada di atasnya panik dan lari menuruni mobil.

Faiza yang ketakutan kemudian juga mencoba untuk menuruni mobil bak, sayangnya ia malah terjatuh dari atas mobil. Namun nahas, seorang pemuda yang membawa senjata tajam malah membacok leher bagian belakang Faiza sehingga menyebabkan luka robek sebanyak 7 jahitan.

"Saya gak ngerti kenapa mereka tega, padahal adik saya perempuan, masih kecil lagi," ungkap Rafi yang terkulai lemas.

Selain Faiza, ia juga melihat teman-temannya yang lain dikeroyok. Jalan Penjernihan 1 mendadak seperti arena medan perang yang tak mengenal belas kasihan tanpa terkecuali.

"Saya melihat teman saya Ferdi (16) dibacok-bacokin. Luka di sekujur tubuh. Untung masih bisa selamat karena sudah di operasi," ujarnya.

Rafi sendiri tak mengerti mengapa bentrokan terjadi, padahal ia bersama teman-temannya tidak ada yang membawa senjata tajam.

Ia juga mengaku tak ada teman-temannya yang mengejek rombongan tersebut.

Mereka hanya berniat untuk melakukan SOTR di Blok M sambil merayakan libur sekolah.

Faiza yang masih duduk di bangku SMP kelas IX di Madrasyah Tsanawiyah (MTS) Jakarta Pusat, meski tidak terluka cukup parah, saat ini mengalami shock.

Orang tua Ferdi pun tak kuasa menahan tangis saat menemukan anak kesayangannya menjadi korban pembacokan.

Selain memakan korban luka, bentrokan juga menyebabkan sejumlah harta benda milik teman-teman Rafi raib. Terhitung sebanyak 2 buah sepedah motor beserta puluhan telepon genggam dirampas rombongan bersenjata tajam itu. (m8)

Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help