WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Konsumsi BBM di Saat Puncak Mudik Diprediksi Naik 31 Persen

Pertamina telah menyiapkan 50 titik Kios Pertamax yang tersebar di jalur mudik, dan 82 kendaraan sepeda motor gerilya untuk memasarkan BBM kemasan.

Konsumsi BBM di Saat Puncak Mudik Diprediksi Naik 31 Persen
Kompas.com
Ruas Pejagan-Brebes Timur dipadati kendaraan pemudik. 

WARTA KOTA, JAGAKARSA -- memperhitungkan kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada saat puncak mudik Lebaran (H-1) secara nasional mencapai 31 persen dibanding rata-rata penjualan harian.

Pertamina telah menyiapkan 50 titik Kios Pertamax yang tersebar di jalur mudik, dan 82 kendaraan sepeda motor gerilya untuk memasarkan BBM kemasan di titik-titik kemacetan.

Commercial RFM Manager PT Pertamina (Persero), Deny Djukardi mengatakan bahwa tingkat konsumsi gasoline yang terdiri dari Pertamax, Pertamax Turbo, Premium, dan Pertalite pada puncak arus mudik itu diperhitungkan meningkat hingga level sekitar 120.000 KL.

Konsentrasi peningkatan konsumsi BBM tersebut ada di Jawa—Sumatera.

“Lain halnya dengan solar, kenaikannya bukan pada H-1 Lebaran, tapi pada sepekan sebelum arus mudik, karena minggu ini kendaraan barang sudah mulai nggak boleh lewat, jadi konsumsi solar menurun. Peningkatan konsumsi solar hampir 37 persen dari rata-rata konsumsi harian, angkanya sekitar 55.000 KL,” kata Deny Djukardi di sela-sela acara pelepasan peserta Holiday Test Drive di SPB Pertamina COCO 31.126.01, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (20/6/2017).

Untuk mengantisipasi kebutuhan BBM yang mendesak oleh para pemudik, sambung Deny, Pertamina telah menyiapkan 50 titik Kios Pertamax di jalur mudik, 46 titik di jalur mudik Pulau Jawa dan 4 titik di jalur mudik Pulau Sumatera.

“Beberapa titik Kios Pertamax itu kami siapkan di rest area jalur tol fungsional sebagai alternatif pengisian BBM, karena kondisi tol fungsional kan fasilitasnya belum maksimal, baru ada jalan dan tanah sebagai lahan rest area,” imbuhnya.

Pertamina juga menyiagakan petugas bersepeda motor yang berfungsi untuk gerilya jika ada titik konsentrasi kemacetan yang cukup parah. Petugas bersepeda motor itu akan masuk ke lokasi kemacetan dan menjajakan BBM kemasan.

BBM kemasan untuk jenis Pertamax dan Dexlite itu juga disiapkan di beberapa SPBU dan Kios Pertamax dengan ukuran 1 liter, 5 liter, 10 liter, dan 20 liter.

“Kami siapkan 83 unit sepeda motor yang disiagakan untuk gerilya, saya rasa itu cukup untuk antisipasi kalau terjadi kemacetan. BBM kemasan itu sebetulnya itu untuk emergency saja, sebagai back up kalau memang kondisi betul-betul tidak memungkinkan untuk beli BBM di SPBU. Jadi pemudik bisa topup, untuk kemudian nanti sampai ketemu SPBU lagi di depannya,” kata Deny.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help