WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Jika Ada Bus Tidak Layak Jalan, Menhub Berikan Sanksi Administrasi

Dinas Perhubungan terus melakukan pemeriksaan kendaraan saat arus mudik, pemeriksaan tersebut dilakukan pada bus yang datang di Terminal Kampung Rambu

Jika Ada Bus Tidak Layak Jalan, Menhub Berikan Sanksi Administrasi
Joko Supriyanto
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan ke Terminal Kampung Rambutan untuk cek kesiapan mudik, Selasa (20/6). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, KAMPUNG RAMBUTAN -- Dinas Perhubungan terus melakukan pemeriksaan kendaraan saat arus mudik, pemeriksaan tersebut dilakukan pada bus yang datang di Terminal Kampung Rambutan.

Hal hasil dalam beberapa hari ini masih saja ditemukan bus yang dinilai tidak lain jalan ketika dilakukan Ramcek oleh petugas di Terminal Kampung Rambutan.

Sebanyak 33 bus yang tercatat tak layak jalan pada hari ini. Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi akan memberikan sanksi kepada bus yang kedapatan melanggar peraturan.

"Ya sekarang yang 33 gak boleh operasi dulu yang pasti. Jadi sanksi sekarang sebelum mudik ini tidak boleh operasi," kata Budi di Terminal Kampung Rambutan saat melakukan pengecekan arus mudik. Selasa (20/6/2017).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan ke Terminal Kampung Rambutan untuk cek kesiapan mudik, Selasa (20/6).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan ke Terminal Kampung Rambutan untuk cek kesiapan mudik, Selasa (20/6). (Joko Supriyanto)

Bus yang dinilai tidak layak tersebut nanti akan dikembalikan ke pool untuk diperbaiki, untuk itu pihaknya selalu melalui melakukan Ramcek setiap hari saat arus mudik.

"Kembali ke pool untuk diperbaiki, nanti baru kita lihat lagi secara menyeluruh. Jadi kita menjaganya tuh di terminal," katanya.

Sementara itu disisi lain masih ada beberapa penumpang yang mengatakan bawa ada beberapa petugas bus yang melakukan pembayaran di dalam bus buka pada loket yang disediakan.

Hal tersebut diketahui ketika Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berbincang kepada para pemudik.

Menanggapi hal tersebut Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan memang hal tersebut terjadi pada armada bus yang melayani jarak pendek.

"Biasanya itu untuk jarak-jarak pendek yang memang sebenarnya juga sudah diketahui oleh para pemudik. Tapi sebenarnya semua tarif harus tertempel di loket, tarif yang dibayarkan harus sesuai dengan tarif yang ditempel di loket," katanya. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help