WartaKota/
Home »

News

» Sains

Patut Bangga dengan 5 Teknologi Nuklir Karya Anak Bangsa

Riset dan pengembangan teknologi tenaga nuklir Indonesia saat ini telah berkembang dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk-produk inovasi.

Patut Bangga dengan 5 Teknologi Nuklir Karya Anak Bangsa
Mobilelikez
Ilustrasi. Efek nuklir. 

WARTA KOTA, SERPONG -- Riset dan pengembangan teknologi tenaga nuklir Indonesia saat ini telah berkembang dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk-produk inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama dunia kesehatan.

Kelima teknologi tersebut adalah:

1. Kit radiofarmaka MDP (methylene diphosphonate) untuk menscan tulang, memeriksa adanya sebaran kanker di tulang.

2. Kit radiofarmaka MIBI (methoxyisobutylisonitrile) kegunaannya untuk diagnosis perfusi jantung

3. Kit radiofarmaka DTPA (diethylene triamine pentaacetic acid) untuk mengdiagnosis perfusi ginjal dan menilai GFR 

4.153Sm-EDTMP (samarium-153 ethlenediamine tetra methylene phosphonic acid) untuk terapi paliatif kanker metastasis ke tulang.

5. 131I-MIBG (iodium-131 metaiodobenzyl guanidine) berguna untuk mengdianosis kenker neuroblastoma, kanker yang ditemukan pada anak-anak.

"Produk-produk teknologi nuklir telah memberikan kontribusi yang besar dalam bidang kesehatan, energi, pertanian, industri, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan," kata Moh Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) di Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR)-BATAN, kawasan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Senin (19/6/2017).

Ia melanjutkan, salah satunya adalah pemanfaatan radiofarmaka di bidang kesehatan.

"Di negara negara maju, radiofarmaka telah menjadi pilar utama dalam menyelesaikan masalah kesehatan,” tambahnya.

Menristekdikti menegaskan bahwa Kemenristekdikti berkomitmen untuk mendukung pengembangan riset dan pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.

“Total alokasi dana yang disiapkan untuk mendukung riset dan pengembangan sebanyak 81 miliar rupiah, Kemenristekdikti mengundang LPNK dan Perguruan Tinggi untuk memanfaatkan dana ini,” jelasnya.

Selain pendanaan, Menristekdikti juga mendukung tumbuhnya iklim riset dan pengembangan di Indonesia dengan mengeluarkan regulasi- regulasi riset yang lebih baik. (Alija Berlian Fani)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help