WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Jalan Inspeksi Kewajiban Pengembang Berantakan

Pemprov DKI menolak menerima jalan inspeksi dari Agung Podomoro Land sebagai aset karena kondisi fisiknya dinilai berantakan.

Jalan Inspeksi Kewajiban Pengembang Berantakan
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Kali Apuran saat Normalisasi dilakukan. Lihat jalan inspeksi di tepi kali. Sampai sheet pile selesai dipancang pada Desember 2016 lalu, jalan inspeksi belum juga dibeton sampai Januari 2017 ini. 

WARTA KOTA, GAMBIR-Pembangunan sejumlah jalan inspeksi menggunakan dana kewajiban Agung Podomoro Land (APL) dinilai berantakan.

Akibatnya sampai saat ini Pemprov DKI Jakarta tak mau menghitung dan memasukkan jalan-jalan inspeksi itu sebagai aset Pemprov DKI Jakarta.

Sementara DPRD DKI Jakarta meminta agar setiap proyek yang menggunakan dana kewajiban APL diaudit ulang.

Pembangunan jalan inspeksi menggunakan dana kewajiban APL dari pembangunan pulau G.

Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta, Gamal Sinurat, mengatakan, sampai saat ini belum ada jalan inspeksi yang dibangun dengan dana kewajiban diterima sebagai aset Pemprov DKI.

"Ya belum ada yang diterima kalau jalan inspeksi. Belum selesai kok," kata Gamal ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (19/6/2017) sore.

Beberapa pembangunan jalan inspeksi menggunakan dana APL yang kacau, antara lain berada di ruas Kali Apuran, di Cengkareng, Jakarta Barat dan ruas Kali Sekretaris di Jalan Gilli Sampeng, Kebonjeruk, Jakarta Barat, serta ruas anak kali Ciliwung di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.

Padahal untuk pembuatan Jalan Inspeksi di Kali Anak Ciliwung, Kali Apuran, dan Kali Sekretaris, APL menggelontorkan dana sebesar Rp 132,2 milliar.

Sebanyak Rp 24,2 milliar diberikan untuk pembangunan Jalan Inspeksi Anak Kali Ciliwung.

Sedangkan Rp 108 milliar untuk normalisasi dan pembangunan jalan inspeksi di Kali Apuran. Dana digelontorkan dua kali. Pertama sebesar Rp 62,1 milliar yang diberikan untuk pembuatan turap dan Jalan Inspeksi tahap 1 di Kali Apuran.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help