WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Empat Produk Mi Instan Samyang Ini Sempat Dicabut Izin Edarnya di Januari 2017

Modusnya dua semacam itu. Ada yang harus mendaftarkan babi dipasangkan mengandung babi. Tapi, tidak dipasang.

Empat Produk Mi Instan Samyang Ini Sempat Dicabut Izin Edarnya di Januari 2017
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Produk mi instan 'Samyang' yang terbukti mengandung fragmen babi sudah ditarik izin edarnya di Indonesia 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan jika pihaknya sempat mencabut izin edar importir mengenai mi instan asal Korea yang terbukti terdapat kandungan fragmen DNA babi, pada Januari 2017 lalu.

Tak ingin menyebutkan nama-nama perusahaan importir yang sempat bermasalah dengan BPOM RI mengenai produk Samyang, namun Penny mengakui kejadian ini diketahui dilakukan importir-importir bandel.

"Memang ada beberapa importir. Akan tetapi, hal seperti ini kan sudah berulang. Hal ini juga pernah pencabutan izin edar, serta penarikan sekitar bulan awal Januari 2017 lalu. Itu juga ada dengan importir yang berbeda-beda. Akan tetapi, importir-importir ini importir kategori ini bandel," katanya Penny di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (19/6/2017).

Ia memastikan, akan menindak tegas importir tersebut. Termasuk juga, ucap Penny, kepada importir mi instan Samyang yang baru. 

"Hal ini menyangkut perlindungan konsumen. Kami akan membekukan importir untuk tidak dapat membawa masuk mi tersebut kembali. Selain itu yang jelas kami ini akan lebih tegas lagi terhadap para importir yang beberapa kali melakukan hal 'bandel'. Ini sebetulnya, sudah pelanggaran berat. Karena menyangkut hajat banyak hidup konsumen. Akan langsung kami bekukan agar importir itu tidak bisa imporkan lagi barang tersebut. Kami sudah blacklist itu," papar Penny.

Dikatakannya, ada dua macam modus yang dilakukan importir, agar produk terasebut bisa dipasarkan meski mengandung babi. Kedua modus itu, tidak memberi informasi dan tidak mentaati aturan yang berlaku.

"Modusnya dua semacam itu. Ada yang harus mendaftarkan babi dipasangkan mengandung babi. Tapi tidak dipasang. Atau pun secara tak sengaja tidak memberikan informasi itu. Jadi tidak kami berikan informasi babi. Jadi intinya tidak memberikan informasi yang benar, serta tidak mentaati aturan yang berlaku," paparnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help