WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

BPOM Sebut Mi Instan Samyang Mengandung Babi Sempat Lolos Registrasi

Penny menerangkan jika keempat produk itu terdapat kesalahan aturan saat pengedaran produk itu ke kalangan masyarakat.

BPOM Sebut Mi Instan Samyang Mengandung Babi Sempat Lolos Registrasi
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menunjukkan produk Mie Instant 'Samyang' yang terbukti mengandung fragmen babi sudah ditarik izin edarnya di Indonesia. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, yakni Penny Kusumastuti Lukito mengatakan empat prodak Mi Instan Korea 'Samyang' ini ternyata sudah lolos registrasi BPOM RI.

Tapi, Penny menerangkan jika keempat produk itu terdapat kesalahan aturan saat pengedaran produk itu ke kalangan masyarakat.

"Ternyata pihak kami temukan, memang tidak sesuai ketentuan ketika mereka minta untuk registrasi. Jadi begini, saat mereka (Importir) mendaftarkan registrasi, itu sesuai ketentuan yang ada. Akan tetapi, untuk produk memang mengandung babi harus ada dijelaskan, harus diterjemahkan apabila produk tersebut impor. Maksudnya diterjemahkan jika produknya itu mengandung babi, serta harus ditempelkan di labelnya. Tetapi ini tak ada labelnya," paparnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6/2017).

Dikatakannya, jika ia membantah kecolongan dalam kasus keempat produk mie instan yang mengandung babi tersebut.

Dia memaparkan, dalam proses pemberian izin edar, diterapkan aspek kesejahteraan.

"BPOM mempercayai dokumen yang diberikan oleh perusahaan ataupun importirnya sebagai syarat dalam pemberian izin edar. Importirnya juga mengakui dalam dokumennya menyebut bahwa produk itu tidak mengandung babi. Itu lah mengapa BPOM sempat keluarkannya izin edar produk tersebut. Kami tidak kecolongan. Kami juga hanya melakukan random sampling terhadap produk tersebut," paparnya kembali.

Ia mengatakan, pihaknya ada aspek dukungan untuk percapatan produk tersebut sampai ke masyarakat. Alhasil, pihaknya ini lebih percaya dengan dokumen yang diberikan importir itu.

"Kami disebut kecolongan juga tidak, karena telah temukan serta melakukan penindakan terhadap importir tersebut. Ini pasti terdapat ketentuan yang dilanggar importir. Kami telah lakukan tindakan administrasi. Menghindari akan kejadian serupa kami akan memperketat registrasi untuk pemberian izin edarnya, serta sanksi tegas bagi importir yang sudah terbukti melanggar aturan. Sanksi berupa pencabutan izin edar dan sanksi pidana ke perusahaannya yang melanggar," ujarnya. (BAS)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help