WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Lebaran 2017

Begini Cara Antisipasi Kejahatan Saat Lebaran

Kejahatan di bulan suci Ramadan 1438 Hijriah semakin mengkhawatirkan, apalagi menjelang Hari Raya Lebaran 2017.

Begini Cara Antisipasi Kejahatan Saat Lebaran
Istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kejahatan di bulan suci Ramadan 1438 Hijriah semakin mengkhawatirkan, apalagi menjelang Hari Raya Lebaran 2017. Oleh sebab itu, aparat Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat melakukan pengamanan ekstra.

Masih ingat dengan perampokan disertai pembunuhan Davidson (30) di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat? Komplotan pelaku pada siang hari bolong nekat melakukan tindak kejahatan di tempat ramai.

"Bukan hanya bulan puasa saja ya. Memang dinamikanya seperti inilah. Dikatakan tinggi juga tidak, dikatakan rendah juga tidak. Normal-normal saja, tapi memang di bulan suci Ramadan ini polisi meningkatkan pengamanan ekstra dibanding hari-hari biasanya," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat Andi Adnan kepada Warta Kota, Senin (19/6/2017).

Baca: Prilly Latuconsina Tumbang karena Cuma Makan Sekali Sehari

Apalagi, kata dia, menjelang Lebaran, banyak warga yang mencairkan uangnya untuk membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan zakat infaq.

"Sehingga perputaran uang itu banyak. Masyarakat banyak mengantongi atau memegang uang. Nah, itu bisa menjadi sasaran kejahatan pencurian," ucapnya.

Langkah antisipasi akan dilakukan aparat kepolisian, seperti membantu masyarakat saat melakukan transaksi keuangan atau mengambil uang.

Baca: Ini Alasan Akbar Tandjung Setuju Gatot Nurmantyo Dampingi Joko Widodo di 2019

"Masyarakat mengambil uang dalam jumlah besar jangan sungkan-sungkan minta bantuan kepada polisi. Nanti dikawal sama polisi, nanti di backup. Yang penting jauh-jauh hari kasih tahu, mengajukan permohonan resmi, sehingga nanti bisa kami kawal sampai dengan tujuan. Itu kan bisa mengurangi niat pelaku," paparnya.

Kemudian, saat masyarakat mudik ke kampung halamannya, diharapkan lapor ke RT dan RW, agar kejahatan bisa tetap diwaspadai saat rumah itu kosong. Karena, kebanyakan kejahatan terjadi saat masyarakat mudik ke kampung halamannya.

"Kemudian pasang CCTV, sehingga kalau terjadi sesuatu bisa kita monitor. Sekarang CCTV sudah ada yang canggih, konek dengan alarm handphone bisa. Jadi kalau ada orang masuk tidak dikenal, kemudian menyentuh barang tertentu, alarmnya akan bunyi dan sampai ke handphone. Nah, kalau sudah sampai ke handphone itu bisa lapor ke polisi atau ketua RT, jadi polisi responsnya bisa cepat," beber Andi. (*)

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help