Gelapkan 39 Ton Ikan Senilai Rp 697 Juta, Pria Ini Dibekuk di Sumatera Utara

Di dalam kasus tersebut, MSF mengakui puluhan ton ikan layang tersebut dibawa lari dan dijual di kampung halamannya.

Gelapkan 39 Ton Ikan Senilai Rp 697 Juta, Pria Ini Dibekuk di Sumatera Utara
Warta kota/Panji Baskhara Ramadhan
MSF (38) yang dicokok polisi di kediamannya di Dusun Sidomulyo Desa Pulodogom, Kuala Hulu, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, Sabtu (17/6/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Buron lebih dari dua bulan lamanya, pelaku aksi penggelapan ikan layang seberat 39 ton senilai Rp 697 Juta, kini berhasil dibekuk oleh jajaran Polsek Kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, yakni MSF (38) di kediamannya di Dusun Sidomulyo Desa Pulodogom, Kuala Hulu, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, Sabtu (17/6/2017).

Di dalam kasus tersebut, MSF mengakui puluhan ton ikan layang tersebut dibawa lari dan dijual di kampung halamannya.

"Pelaku ini menggelapkan 39 ton ikan layang yang nilainya Rp 697 juta lebih. MSF dibekuk di kediamannya di Sumuatera Utara. Puluhan ton ikan itu, ia gelapkan dan melarikan diri ke kamlung halamannya. Ikan-ikan itu pun dijual kembali ke kampung halamannya. Sepertinya dia (MSF) mendapat julukan juragan ikan oleh warga setempat di kampung halamannya itu," kata Kapolsek Muara Baru, AKP Dwi Susanto, Minggu (18/6/2017).

Barang bukti uang pecahan seratusan ribu rupiah yang disita polisi.
Barang bukti uang pecahan seratusan ribu rupiah yang disita polisi. (Warta kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Dikatakan Dwi, kejadian bermula ketika MSF yang sudah dikaruniai dua anak ini, mengakui telah menipu pedagang ikan, Himawan (30) di Kawasan Muara Baru. MSF saat itu pura-pura seperti orang kaya dan memesan ikan layang ke Himawan.

"Jadi, MSF ini Berpura-pura memesan ikan ya. Dia memesan 21 ton ikan layang dan juga 18 ton ikan banjar. Kemudian oleh Himawan, 39 ton ikan-ikan tu tersebut dikirim Yuono yang selaku karyawannya ke Jawa Tengah. Saat itu ikan tersebut dibawa menggunakan truk yang dikemudikan Lawito (30) (sopir), serta Riswan (30) (kernet). Sampai tujuan puluhan ton ikan itu akhirnya diteruma pelaku (MSF)," jelasnya.

Dwi menambahkan," Ikan itu dibongkar di cold storage milik Fajar dan Cold Storege PT MAB. Namun, usai ikan itu diterima pelaku tersebut, pembayaran ikan pun tak kunjung dibayarkan. Bersama barang bukti dua nota pembelian itu, korban (Himawan) langsung melapor ke polisi saat itu. Akhirnya kami mencarinya (MSF) dan hasilnya nihil. Kami dapatkan informasi lanjut, jika pelaku saat itu telah menjadi juragan ikan di kampung halamannya di Sumatera Utara itu ya. Pelaku ini sudag buron dua bulanan lebih," jelasnya.

Aksi penipuan yang dilakukan MSF tertanggal 11 Mei 2017 silam, akhirnya terkuak kala para anggota Polsek Muara Baru menyergapnya di kediamannya sendiri saat asik bersantai. Kala disergap, MSF juga sempat tak mengakui dan langsung melarikan diri.

"Kami dibantu warga setempat menangkap si MSF ini. Dari tangan pelaku polisi kini menyita barang bukti uang hasil jualan ikan yang telah digelapkannya sebesar Rp 3 juta, handphone, 4 stok baju dan 2 stok celana dari hasil jualan ikan yang digelapkan. Kami pun langsung saja membawa MSF ke Polsek Muara Baru, untuk pertanggungjawabkan perbuatannya itu," kata Dwi kembali. (BAS)

Barang bukti handphone yang disita polisi.
Barang bukti handphone yang disita polisi. (Warta kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved