Ramadan 2017

Pasokan Bahan Pokok, Efektif Tutup Ruang Spekulasi Harga

Pemerintah berhasil 'mengelabui' mafia pangan, dengan cara menjaga supply pasukan bahan pokok, melakukan pengawasan, dan penegakan hukum dengan

Pasokan Bahan Pokok, Efektif Tutup Ruang Spekulasi Harga
Warta Kota/Rangga Baskoro
Operasi pasar yang diselenggarakan oleh Bulog DKI Jakarta bekerjasama dengan Polda Metro Jaya diserbu warga di Jalan Sinyar Raya, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Imaduddin Abdullah menilai kebijakan pemerintah soal bahan pokok saat ini rupanya berhasil 'mengelabui' mafia pangan, dengan cara menjaga supply pasukan bahan pokok, melakukan pengawasan, dan penegakan hukum dengan lebih baik.

Karenanya kata dia gejolak harga jelang Ramadan tak terjadi karena ruang spekulasi harga seakan tertutup.

Imaduddin melihat bahwa sejumlah kebijakan Kemendag dapat mencegah terjadinya penimbunan dan praktik sejenis yang biasa menimbulkan gejolak harga jelang hari raya.

"Ketika supply terus ditingkatkan, penimbun ini tidak punya 'senjata' lagi. Senjata tersebut hanya akan efektif kalau bahan kebutuhan pokok langka. Tapi kalau di pasar barang tetap tersedia maka otomatis akan tumpul senjata itu," katanya saat dihubungi, Jumat (16/6/2017).

Selain itu tambah Imaduddin sisi lain yang memperkuat pengawalan harga bahan pokok tahun ini, adalah kerja sama pemerintah pusat dan daerah yang baik.

"Komitmen dan kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, dinilai mulai terasa menyempitkan ruang spekulasi. Sejumlah harga komoditas pokok yang biasanya menjulang akibat kenaikan permintaan menjelang Lebaran, pada tahun ini dapat dijaga relatif stabil," paparnya.

Walau demikian, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku sempat stres karena harga daging ayam dan telur cepat turun.

Permintaan yang tinggi ternyata 'dihujani' dengan pasokan yang tinggi pula.

Ayam yang belum afkir sudah terlanjur dipotong, sementara ayam petelur terus bertelur. Alhasil oversupply mengakibatkan harga turun.

Imaduddin menjelaskan, penentu harga bahan pokok diliat dari dua faktor, yakni supply dan demand. Biasanya menjelang puasa dan Lebaran, demand pasti naik.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved