Kecelakaan

Tak Lolos dari Perlintasan Rel, Minibus Terhantam Kereta Api Walahar Express

Kecelakaan lalu lintas antara Kereta Api Walahar Express menghantam minibus Grandmax di Jalan Kembang Pacal, Kramat, Jakarta Pusat mengakibatkan dua o

Tak Lolos dari Perlintasan Rel, Minibus Terhantam Kereta Api Walahar Express
Joko Supriyanto
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, saat di lokasi kejadian kecelakaan, Selasa (12/6/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, SENEN -- Kecelakaan lalu lintas antara Kereta Api Walahar Express menghantam minibus Grandmax di Jalan Kembang Pacal, Kramat, Jakarta Pusat mengakibatkan dua orang tewas.

Dua orang tersebut bernama Aris dan Rizal warga Kramat Sentiong, Senen Jakarta Pusat. Saat ini korban tengah dibawa ke RSCM untuk dilakukan autopsi.

"Jadi pada itu pukul 17.00 kondisi lalu lintas masih padat, sementara pintu kereta sudah tertutup, jadi mobil ekornya dibelakang karena belum dapat melintas, sehingga ketika peringatan berbunyi mobil belum lolos kereta sudah datang, sehingga mobil Grandmax tertabrak," kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, saat di lokasi kejadian kecelakaan, Selasa (12/6/2017).

Menurutnya saat kejadian kondisi lalu lintas sangat padat, sehingga ketika pintu kereta sudah tertutup dan kondisi macet Mobil yang dikendarai oleh Rizal dan Aris belum keluar sepenuhnya dari rel kereta api, sehingga bagian mobil tersebut tertabrak ketika kereta datang.

Akibatnya mobil terbakar hingga mengakibatkan dua gerbong hangus terbakar.

"Mobil terseret kurang lebih 30 meter hingga menimbulkan percikan api lalu terbakar dan merembet ke gerbong kereta. Korban tidak dapat menyelamatkan diri meninggal dunia," katanya.

Sementara itu selang beberapa saat setelah kebakaran para penumpang kereta langsung di evakuasi, dan gerbong lainnya yang tidak terbakar dibawa kembali ke Stasiun Senen.

"Penumpang kereta alhamdulillah dapat meloloskan diri sehingga tidak ada korban dari penumpang kereta," katanya.

Tutup perlintasan KA sebidang
Sementara itu Kepala Daop 1 PT KAI, Yusren mengatakan ingin perlintas sebidang ditutup hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintas kereta api.

"Ini kita berusaha dimana di DKI ini tidak ada perlintasan kereta api sebidang supaya menyelamatkan para Kereta api dan pengendara yang melintas. Kita juga sudah berkoordinasi dengan kementrian perhubungan," katanya.

Ia berharap program ini secara dilakukan walau secara bertahap mengingat ini menjadi prioritas keselamatan bersama.

Ia pun berharap kepada pengendara yang melintasi rel kereta api supaya acara menghentikan lajunya saat peringatan sudah berbunyi.

"Untuk itu kami Himbau ketika sudah ada rambu yang menyala diharapkan memberhentikan kendaraannya sehingga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas," katanya. (M13)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help