Legislator Bekasi Sayangkan Aparatur Tidak Ikut Gunduli Rambut

DPRD Kota Bekasi mengapresiasi teguran yang dilayangkan oleh pemerintah daerah kepada aparatur karena tidak menggunduli rambutnya.

Legislator Bekasi Sayangkan Aparatur Tidak Ikut Gunduli Rambut
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi marah karena ada beberapa pegawainya yang tak ikut menggunduli rambutnya di kantor Walikota Bekasi, Senin (12/6/2017) 

WARTA KOTA, BEKASI -- Komisi I bidang Pemerintahan DPRD Kota Bekasi mengapresiasi teguran yang dilayangkan oleh pemerintah daerah kepada aparatur karena tidak menggunduli rambutnya.

Legislator itu menilai, seharusnya aparatur ikut menggunduli rambutnya sebagai wujud rasa syukur karena memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tentang pengelolaan keuangan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata menyayangkan masih ada aparatur yang belum mencukur rambutnya.

"Cukur rambut merupakan hal yang wajar dan alangkah lebih baiknya aparatur mengikuti imbauan dari kepala daerah," ujar Ariyanto Hendrata pada Selasa (13/6).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi marah begitu melihat puluhan aparatur belum menggunduli rambutnya, Senin (12/6) pagi.

Padahal ribuan pegawai lainnya dari eselon II hingga IV telah mencukur rambut karena mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tentang pengelolaan keuangan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Pantauan di lapangan, seluruh aparatur yang dipanggil itu adalah kaum laki-laki.

Mereka berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kerja kontrak (TKK).

Mayoritas yang belum dicukur adalah pegawai dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Bekasi.

Saat apel upacara berlangsung, Rahmat memanggil pegawai tersebut untuk berdiri di barisan paling depan.

Rahmat juga memanggil Kepala Dinas yang menaungi mereka di Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di wilayah setempat untuk ikut dalam barisan.

Ariyanto mengaku, tidak memiliki kapasitas tentang teguran yang disampaikan Rahmat ke aparatur apakah termasuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) atau tidak.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved