Belasan Ribu Warga Bekasi Pertanyakan Uang Bau Sampah DKI

Sebab selama enam bulan dari Januari hingga Juni 2017, uang bau dari Pemprov DKI Jakarta selaku pemilik TPST belum mereka terima.

Belasan Ribu Warga Bekasi Pertanyakan Uang Bau Sampah DKI
Kompas.com
Ada ratusan pemulung yang setiap hari mengais sampah di TPST Bantargebang 

WARTA KOTA, BEKASI -- Belasan ribu kepala keluarga yang tinggal berdekatan dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi mempertanyakan pencairan dana kompensasi bau sampah.

Sebab selama enam bulan dari Januari hingga Juni 2017, uang bau dari Pemprov DKI Jakarta selaku pemilik TPST belum mereka terima.

Salah seorang warga RT 01/05, Kelurahan Sumurbatu mengatakan kejadian ini dialami oleh warga dari empat kelurahan yang tinggal berdekatan dengan TPST.

Keempat wilayah itu adalah Kelurahan Ciketing Udik, Cikiwul, Sumurbatu dan Bantargebang.

"Sampai sekarang belum cair, saya nggak tahu kenapa karena tidak ada pengumuman dari pemerintah," ujar Sanam pada Kamis (8/6) siang.

Sanam mengatakan, warga sudah menaruh harapan dengan uang kompensasi bau sebesar Rp 600.000 per tiga bulan dari pemerintah.

Biasanya uang tersebut digunakan untuk keperluan rumah tangga dan sekolah anak.

"Yah lumayan lah uangnya buat tambahan rumah tangga selama beberapa pekan," kata pria yang bekerja sebagai petugas keamanan ini.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Sopandi Budiman membenarkan, Pemerintah Kota Bekasi belum memperoleh dana bau sebesar Rp 70 miliar dari Pemprov DKI Jakarta.

Soalnya, Pemerintah Kota Bekasi belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban pemakaian anggaran tahun 2016 lalu.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved