Takjil Berupa Pacar Cina Dibuang ke Tong Sampah karena Mengandung Zat Pewarna

Kegiatan itu dilakukan agar masyarakat bisa aman mengkonsumsi jajanan takjil yang berada di sepanjang Jalan Panjang.

Takjil Berupa Pacar Cina Dibuang ke Tong Sampah karena Mengandung Zat Pewarna
Warta Kota/Bintang Pradewo
Upaya mencegah makanan yang mengandung zat pewarna diperjualbelikan dilakukan sidak. Ketika didapati makanan yang mengandung zat pewrna, makanan itu dibuang ke tong sampah. 

WARTA KOTA, KEBON JERUK -- Untuk menjaga mutu jajanan takjil di Bulan Ramadan, Pemkot Jakbar melakukan sidak makanan takjil yang dijajakan di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (7/6/2017) sore.

Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Karena melihat ada bahan makanan takjil yang masih mengandung bahan berbahaya, Anas membuang takjil itu ke tong sampah berwarna hijau.

Inspeksi mendadak itu dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat dan bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta.

Kegiatan itu dilakukan agar masyarakat bisa aman mengkonsumsi jajanan takjil yang berada di sepanjang Jalan Panjang.

Upaya mencegah makanan yang mengandung zat pewarna diperjualbelikan dilakukan sidak.
Upaya mencegah makanan yang mengandung zat pewarna diperjualbelikan dilakukan sidak. (Warta Kota/Bintang Pradewo)

BPOM sendiri sudah menguji beberapa sampel takjil yang dijual puluhan pedagang yang menjual dengan menggunakan payung dan tenda itu.

Hasilnya, ada satu jenis takjil yang mengandung bahan berbahaya.

"Ada 39 sampel dari 36 pedagang dan ada satu jenis makanan dari pacar cina yang mengandung zat pewarna yang berbahaya," kata Anas.

Makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut dimusnahkan oleh petugas, hal tersebut untuk antisipasi makananan tersebut dikonsumsi masyarakat.

"Ke depan, jika masih ada yang kedapatan langsung kami musnahkan," tutur dia.

Pedagang yang menjual takjil Pacar Cina itu mengaku tidak mengetahui barang dagangannya mengandung zat berbahaya. Sehingga, dia berjanji tidak akan menjualnya kepada masyarakat.

"Saya ngga tau pak kalau itu berbahaya. Besok-besok tidak dijual lagi pak," kata dia.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved