Bekas Galian di Jalan Pitara Picu Kemacetan dan Membuat Saluran Air Tersumbat

Tanah bekas galian kabel menyumbat sebagian besar saluran air dan gorong-gorong di wilayah tersebut.

Bekas Galian di Jalan Pitara Picu Kemacetan dan Membuat Saluran Air Tersumbat
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Bekas galian di Jalan Pitara Depok yang terkesan asal-asalan penyelesaiannya. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Pengerjaan penggalian tanah di sepanjang Jalan Raya Pitara, Pancoran Mas, Depok yang rampung beberapa hari lalu, ternyata bukan hanya menimbulkan kemacetan parah saja selama ini, tetapi juga membuat saluran air warga di beberapa titik tersumbat dan rusak berat.

Bahkan di beberapa titik, bekas galian tanah masih dibiarkan begitu saja menutup sebagian sisi jalan. Belum lagi penutupan bekas galian yang dirasakan warga jauh dari sempurna dan ideal.

Alief (26) warga RW 14, Kelurahan Pancoran Mas, mengatakan di wilayahnya saluran air atau gorong-goronc menjadi tersumbat karena pengerjaan galian itu.

"Tanah bekas galian kabel menyumbat sebagian besar saluran air dan gorong-gorong di wilayah kami," katanya kepada Warta Kota, Minggu (4/6/2017).

Karenanya, saat hujan turun, air meluap ke jalan.

Bahkan kata dia bekas galian di beberapa titik, ditutup secara tak sempurna dan membuat ruas jalan yang hanya selebar sekitar 7 meter untuk kedua arah itu, makin terasa sempit.

"Tanahpun jadi berceceran kemana-mana dan bekas pengerjaannya berantakan," katanya.

Wawan, warga Kampung Pitara mengatakan anehnya lagi ruas jalan yang sebelumnya beton, usai dibongkar pihak pelaksana proyek penggalian kabel, akhirnya hanyabditambal aspal.

"Mestinya karena tadinya beton, waktu selesai pengerjaannya harus ditambal lagi dengan beton dong. Tapi ini kok ditambal aspal," katanya.

Bekas galian di Jalan Pitara Depok yang terkesan asal-asalan penyelesaiannya.
Bekas galian di Jalan Pitara Depok yang terkesan asal-asalan penyelesaiannya. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Karenanya jalan bekas tambalan galian berupa aspal itu kini rusak di sejumlah titik dan makin memperparah kemacetan di sana.

"Beberapa warga sudah adukan ini ke pihak terkait," kata Wawan.

Menurut Wawan proyek galian yang merusak saluran air warga dan jalan ini adalah proyek galian kabel PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk penanaman saluran kabel tegangan tinggi.

Juru Bicara PLN Cabang Depok Setyo Budiono saat dikonfirmasi Warta Kota, mengenai hal ini Minggu (4/6/2017), mengaku belum mengetahui hal ini dan belum dapat memastikan apakah proyek galian itu adalah proyek PLN.

"Saya belum tahu, dan belum dapat pastikan itu pekerjaan PLN mana dan apakah pekerjaan PLN atau bukan," katanya.

Karenanya masih akan mengecek lagi tentang hal itu untuk memastikannya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved