Polisi Petakan 17 Potensi Ancaman Kriminalitas Sebelum dan Sesudah Idul Fitri, yang Utama Terorisme

Kepolisian Republik Indonesia mencatat 17 potensi ancaman sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 2017.

Tribunnews.com
Irjen Unggung Cahyono 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR - Kepolisian Republik Indonesia mencatat 17 potensi ancaman sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 2017.

Pihak kepolisian tak menampik bahwa salah satu ancaman utama jelang Hari Raya Idul Fitri adalah terorisme.

Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen Unggung Cahyono mengatakan, belasan potensi ancaman itu dipetakan usai rapat yang dilakukan petinggi Mabes Polri pada Selasa (30/5/2017) lalu.

Baca: Sedang Proses Bercerai, Evelyn dan Aming Masih Berhubungan Intim Pada 14-15 Maret

Mengatasi ancaman tersebut, aparat kepolisian akan menggelar operasi terpusat bertajuk "Ramadaniya 2017" mulai 19 Juni hingga 4 Juli.

"Kita lakukan operasi terpusat selama 16 hari, dan ada empat satuan tugas yang dikedepankan. Pertama adalah Satgas Turbinjali, Kamseltibcarlantas, Lidik sidik, dan Satgas Banops," ungkap Unggung di Galeri Nasional, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Selain terorisme, potensi ancaman lain yang dipetakan adalah tindak pencurian atau perampokan dengan kekerasan. Polisi juga mengantisipasi potensi adanya tindak sweeping yang dilakukan oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas).

Baca: Anggota Kopassus Ini Dikeroyok Delapan Pemuda Mabuk, Hasil Akhirnya Mengejutkan

Masalah seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, petasan, pembagian zakat dan sembako, serta pawai malam takbiran, juga menjadi fokus perhatian polisi dalam menjalankan operasi di tahun ini.

Polisi juga memprediksi adanya ancaman masalah di sekitar jalan menuju tempat wisata, tindak pencurian dengan pemberatan, dan kecelakaan lalu lintas transportasi laut. (*)

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved