Pemkot Bekasi Bakal Tertibkan 30 Bangunan Liar Setelah Lebaran

Sebanyak 30 bangunan liar (bangli) masih berdiri kokoh di Kota Bekasi. Jenis bangunannya beragam, dari semi permanen hingga permanen.

Pemkot Bekasi Bakal Tertibkan 30 Bangunan Liar Setelah Lebaran
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, BEKASI - Sebanyak 30 bangunan liar (bangli) masih berdiri kokoh di Kota Bekasi. Jenis bangunannya beragam, dari semi permanen hingga permanen.

Lokasinya tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi, namun yang paling banyak berada di Kecamatan Bekasi Utara dan Medan Satria.

"Kebanyakan bangunan itu berdiri di bantaran sungai atau kali irigasi," ujar Bilang Nauli Harahap, Kepala Seksi Penertiban dan Kelayakan Bangunan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Senin (29/5/2017).

Bilang mengatakan, jumlah bangli di tiap titik bervariasi, mulai dari lima unit bangunan hingga 30 unit bangunan. Mereka telah menetap di lahan negara itu sejak lebih dari 10 tahun lalu.

"Penertiban bangunan liar kemungkinan akan dilakukan setelah Lebaran, karena pemerintah daerah sedang melakukan normalisasi sungai, maupun pelebaran jalan, serta pembangunan jalan baru," kata Bilang.

Menurutnya, pembebasan lahan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab, pemerintah tidak bisa menyediakan rumah susun sewa (rusunawa) seperti Pemprov DKI Jakarta, karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Makanya, beberapa titik bangunan liar tetap dibiarkan sampai pemerintah membutuhkan lahan tersebut.

"Kalau hanya ditertibkan, dua bulan lagi pasti mereka membangun ulang rumah. Meski begitu, kita targetkan tahun ini 20 titik kita tertibkan," jelasnya.

Anggota Komisi II bidang Pembangunan DPRD Kota Bekasi Ronny Hermawan mengatakan, pemerintah harus memberi solusi kepada korban gususan bangunan liar. Sebab, mereka sudah lama tinggal di sana.

"Jangan main gusur begitu saja, tapi pemerintah harus menyiapkan rusun sebagai tempat tinggal pengganti yang ditertibkan," ucap Ronny. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help