Dinas KUMKMP DKI Mulai Gulirkan OK OCE

Pelatihan-pelatihan yang menjadi salah satu gagasan utama yang digerakkan pertama kali.

Dinas KUMKMP DKI Mulai Gulirkan OK OCE
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Kepala Dinas KUMKMP DKI, Irwandi saat dijelaskan tentang aplikasi Qasir oleh Chief Operational Officer Etalastic (perusahaan founder Qasir), Rachmat Anggara, usai acara pelatihan OK OCE di Gedung Graha Niaga, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017). 

WARTA KOTA, TANAHABANG - Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta mulai menggulirkan program OK OCE walau sinkronisasi belum rampung.

Pelatihan-pelatihan yang menjadi salah satu gagasan utama yang digerakkan pertama kali.

Dinas KUMKMP DKI Jakarta menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya untuk memberi pelatihan kepada peggiat UKM binaan Pemprov DKI.

Sejak awal Mei 2017, sudah 2 kali pelatihan digelar. "Kami sama sekali tak mengeluarkan biaya. Ini gratis dari HIPMI Jaya," kata Kepala Dinas KUMKMP DKI, Irwandi ketika ditemui Wartakotalive.com disela kegiatan pelatihan ke-2 di Gedung Graha Niaga, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017) sore.

Irwandi mengatakan, untuk 2 pelatihan awal yang dilakukan 10 Mei dan 24 Mei, pihaknya bekerjasama dengan Bidang V HIPMI Jaya yang bergerak di ekonomi kreatif.

Salah satu pelatihan yang diberikan adalah membuat pembukuan yang baik lewat aplikasi online karya anggota HIPMI Jaya, Novan Adrian.

Aplikasi itu bernama qasir dan bisa di download di playstore. Novan dan timnya memberi pengenalan dan pelatihan singkat terkait aplikasi Qasir di depan puluhan peggiat UKM binaan Pemprov di Gedung Graha Niaga, Rabu (24/5/2017).

Chief Operational Officer Etalastic (perusahaan founder Qasir), Rachmat Anggara, aplikasi Qasir memudahkan peggiat UKM mencatatkan setiap transaksinya.

Barang masuk dan produk keluar akan tercatat dengan sempurna. Keunggulan lainnya bank bisa memantau setiap UKM yang terdaftar di aplikasi Qasir.

Sehingga pada akhirnya memudahkan bank untuk memantau pengguna aplikasi kasir apabila hendak mengajukan pinjaman modal.

"Selama ini bank kurang percaya memberikan pinjaman bagi pengusaha UKM karena pembukuan yang tidak dapat dipercaya," kata Rachmat kepada Wartakotalive.com.

Makanya Qasir hadir untuk memberi kepercayaan kepada bank untuk memberi pinjaman modal ke pengusaha UKM.

"Sebab kan bank jadi mudah mendapatkan akses untuk mencari data riil pebisnis UKM yang mengajukan UKM," kata Rachmat.

Saat ini, kata Rachmat, pihaknya sedang dalam tahap pembicaraan dengan beberapa bank untuk bekerjasama menyediakan pinjaman bagi para pengguna aplikasi Qasir.

"Ada 2 bank yang sedang kami ajukan, yakni Maybank Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Sudah cukup dekat," kata Rachmat.

Kepala Dinas KUMKMP DKI, Irwandi, amat mendukung aplikasi Qasir untuk segera mengadakan kerjasama dengan UKM binaannya.

"Ini yang kami cari selama ini. Jembatan antara peggiat UKM untuk meminjam modal ke bank. Selama ini agak sulit," kata Irwandi.

Makanya pelatihan Qasir dengan UKM di Jakarta akan terus ditingkatkan. Sangat membantu pebisnis mengembangkan usahanya dengan basis teknologi.

Menurut Irwandi, apa yang yang dilakukan HIPMI Jaya amat mendukung program OK OCE.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI terpilih, Sandiaga Uno yang juga penggagas OK OCE memang menyebut gagasannya sudah sinkron dengan dinas KUMKMP.

Sedangkan Sekda DKI Jakarta,Saefullah, menyebut aplikask OK OCE memang murah dan mudah. Makanya bisa segera diaplikasikan.

Bahkan Saefullah optimis OK OCE bisa masuk dalam APBDP Perubahan 2017.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved