Jelang Ramadhan Masih Ditemukan Produk Kadaluwarsa Disejumlah Swalayan di Jakarta Pusat

Beberapa pasar tradisional yang dimaksud diantaranya Pasar Johar Baru, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jati Rawasari, Pasar Gembrong Baru dan Pasar Rawasar

Jelang Ramadhan Masih Ditemukan Produk Kadaluwarsa Disejumlah Swalayan di Jakarta Pusat
Joko Supriyanto
Kasudin KPKP Jakarta Pusat, Bayu Sari Hastuti mengatakan dalam rangka bulan suci Ramadhan untuk menghindari adanya makanan yang tidak sehat, sudin KPKP melakukan sidak. 

WARTA KOTA, SENEN - Menjelang Ramadhan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional dan swalayan dikawasan Jakarta Pusat pada hari ini. Jakarta Rabu (24/5/2017).

Hasil monitoring pemantauan pengawasan harga sembako serta produk pangan terpadu menjelang bulan suci Ramadhan, ditemukan makanan berformalin serta makanan kadalurasa.

Kasudin KPKP Jakarta Pusat, Bayu Sari Hastuti mengatakan dalam rangka bulan suci Ramadhan untuk menghindari adanya makanan yang tidak sehat, sudin KPKP melakukan sidak.

"Hari ini sidak di lima pasar tradisional dan tiga swalayan hari ini diantaranya ditemukan makan yang mengandung formalin serta makanan yang sudah tidak layak di konsumsi," katanya saat ditemui temui dikawasan Senen, Rabu (24/5/2017)

Beberapa pasar tradisional yang dimaksud diantaranya Pasar Johar Baru, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jati Rawasari, Pasar Gembrong Baru dan Pasar Rawasari.

Dari lima pasar tradisional yang dilakukan sidak total 385 sampel yang dilakukan pemeriksaan, diantaranya Pertanian 124 sampel
Perikanan 186 sampel, Peternakan 75 sampel.

Dari hasil tersebut hanya ditemukan satu produk perikanan yaitu satu ikan pari terindikasi mengandung formalin di Pasar Johar Baru.

"Untuk pasar tradisional hanya satu saja yang ditemukan mengandung formalin, dengan jenis makanan produk ikan, sementara produk lainnya tidak ditemukan bahan yang berbahaya," katanya.

Bayu menyesalkan bahwa justru banyak ditemukan produk kadalurasa di sebuah swalayan seperti halnya daging, dan sayuran.

"Iya tadi justru di dua swalayan ditemukan produk yang tidak layak di konsumsi seperti produk pertanian dan sayuran, ada 71 pack, sedangkan yang produk lain sayuran sebanyak 51 bungkus, serta daging sapi 11 sampe semuanya positif busuk total ada 33 kilogram," katanya.

Selanjutnya atas temuan produk yang tidak layak tersebut, Sudin KPKP di melakukan pemusnahan.

"Untuk barang yang kadaluwarsa tersebut sudah kami Musnahkan," katanya.

Atas temuan produk kadalurasa di sejumlah swalayan, pihaknya mengaku menghimbau kepada pengelola swalayan untuk selalu melakukan mengecekan setiap produk makanan.

"Sebenarnya kita kan gak mungkin melakukan sidak setiap hari, tapi swalayan harus intens untuk melayani konsumen, harus diperiksa ijin edarannya, serta harus rutin untuk di sortir. Sehingga ada jaminan kepada konsumen," katanya.

Selain memeriksa bahan pangan, Sudin KPKP juga melakukan pemeriksaan sejumlah parcel namun dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan produk Parcel yang sudah kadaluwarsa. (Joko Supriyanto)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help