Raih Rp 6 Triliun, Kanwil DJP Jaksel II Minta Wajib Pajak Lebih Taat Usai Amnesti Pajak

Kanwil Dirjen Pajak Jakarta Selatan II menggelar malam apresiasi bagi yang telah berperan aktif mensukseskan pengampunan pajak.

Raih Rp 6 Triliun, Kanwil DJP Jaksel II Minta Wajib Pajak Lebih Taat Usai Amnesti Pajak
Warta Kota/Feryanto Hadi
Malam Apresiasi Sinergi Membangun Negeri di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (22/5/2017) malam. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II menggelar malam apresiasi bagi pihak-pihak yang telah berperan aktif mensukseskan pengampunan pajak atau tax amnesty, baik wajib pajak maupun pihak-pihak yang turut mensosialisasikan program pemerintah itu.

Seperti diketahui, Kanwil DJP Jakarta Selatan mencatat angka fantastis dalam program pengampunan pajak yakni Rp 6 triliun.

"Pencapaian ini sangat menggembirakan berkat kerja sama yang baik dengan berbagai pihak. Edukasi-edukasi yang diberikan kepada wajib pajak, mampu mendongkrak pendapatan negara melalui program pengampunan pajak," jelas Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan II Edi Slamet Irianto saat menggelar jumpa pers di sela acara bertajuk Malam Apresiasi, Sinergi Membangun Negeri di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (22/5/2017) malam.

Slamet bilang, kesuksesan tax amnesty tak luput dari kerja sama berbagai pihak.

Ia pun meminta supaya wajib pajak agar lebih patuh membayar pajak usai mengikuti program amnesti pajak.

Kepatuhan para wajib pajak yang meningkat, kata dia, akan berdampak pada upaya membangun negeri.

Karena itu, dibutuhkan kesadaran seluruh elemen masyarakat khususnya dalam menyelesaikan kewajiban perpajakannya.

"Negara ini harus dibangun bersama. Tapi bagian paling kecil adalah momentum amnesti pajak ketika kita bisa bersinergi bersama. Berbagai pihak menyadari perannya masing-masing," katanya.

Selama periode amnesti pajak yang lalu, Kanwil DJP Jakarta Selatan II mencatatkan hasil yang mengesankan.

Bahkan target penerimaan di kanwil tersebut menembus 102 persen atau merupakan pencapaian target kanwil nomor satu secara nasional.

"Terbukti bahwa yang ikut serta dalam amnesti pajak untuk wajib pajak orang pribadi 46 persen. Ini capaian yang luar biasa saya kira. Dan telah melahirkan sebuah kesadaran baru bagi kita untuk menjadi percaya diri bahwa kerja sama ini bisa kita bangun dan bina di masa mendatang usai amnesti pajak" jelas dia.

Ia menambahkan, amnesti pajak memberi kesempatan kepada wajib pajak untuk memperbaiki pelaporan pajaknya.

Dengan demikian, upaya membangun kesejahteraan masyarakat oleh pemerintah lewat pajak akan dapat terealisasi dan dirasakan seluruh pihak.

"Di 2017, kita berharap di antara kita tidak ada dusta lagi, akhiri yang menghambat upaya membangun negeri ini. Kita harus semakin terbuka dan percaya. Tentunya kepercayaan yang kita bangun adalah hal utama dalam relasai perpajakan," pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Ahmad H Lubis yang turut hadir dalam malam apresiasi itu mengatakan, selama ini pihaknya memiliki tim khusus yang turut mengkampanyekan amnesti pajak.

"Kami punya Tax Center yang kami gunakan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk membayar pajak dengan taat. Kami berikan kesadaran kepada mereka kepatuhan pajak adalah upaya untuk menuju kesehatan ekonomi bangsa," jelasnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved