Pengembang Bangun Apartemen di Pinggir Tol JORR

Simatupang-nya Bekasi, jadi sangat strategis lokasinya di Bekasi dan jaraknya pun cukup dekat dengan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Pengembang Bangun Apartemen di Pinggir Tol JORR
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ki-Ka: Project Manager Kota Swarnabumi Cikunir Novia Arista, Direktur Utama PT Kopelland Bogi Aditya dan Sales & Marketing Manager Kota Swarnabumi Cikunir, Andreas Suryahadi menunjukan kendi sebagai bentuk syukur menuju Ground Breaking sebelum dipecahkan, Sabtu (20/5/2017) siang. 

WARTA KOTA, BEKASI -- PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland) berencana akan membangun enam tower apartemen di Jatiasih, Kota Bekasi.

Meski jaraknya terpaut jauh dari pusat Kota Bekasi, namun pihak pengembang properti itu yakin pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat akan pesat.

"Di depan apartemen sudah ada ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan infrastruktur lain seperti tol Jakarta-Cikampek dan tol Becakayu," ujar Direktur Utama PT Kopelland, Bogi Aditya di lokasi pada Sabtu (20/5/2017).

Bogi mengatakan, nilai investasi dalam proyek apartemen ini mencapai Rp 2 triliun.

Rencanannya, proses pemasangan tiang pancang bangunan itu akan dilakukan tiga bulan lagi yang ditargetkan selesai tiga tahun mendatang.

"Akan ada enam tower apartemen dengan satu blok ruko tematik serta lahan parkir basement di lahan seluas 2,6 hektar ini," jelasnya.

Untuk tahap pertama, kata dia, akan dibangun apartemen tower A setinggi 29 lantai. Target pembangunan tower A akan selesai pada akhir 2018 mendatang.

Selain dilengkapi dengan beberapa akses tol, kata dia, Jalan Raya Cikunir yang berada di depan pembangunan apartemen juga akan dilebarkan hingga 12 meter.

Hal ini mengacu pada rencana detail tata ruang (RDTR) Pemerintah Kota Bekasi.

"Kalau di Jakarta, ini Simatupang-nya Bekasi, jadi sangat strategis lokasinya di Bekasi dan jaraknya pun cukup dekat dengan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan," katanya.

Project Manager Kota Swarnabumi Cikunir, Novia Arista, menambahkan apartemen tower A kini sudah terjual sekitar 30 persen dari total 600 unit. Ia menargetkan, seluruh unit hunian vertikal itu dapat habis terjual tahun depan. "Kita targetkan pertengahan 2018 sudah habis," kata Novia.

Menurut Novia, di awal pemasaran pada 2016 lalu, apartemen yang menyasar pasar pekerja ini dijjual mulai dari Rp 270 jutaan per unit.

Saat ini, harganya sudah naik menjadi Rp 330 jutaan.

"Harganya naik terus. Setiap 3 sampai 6 bulan, harganya kita selalu naikkan, minimum lima persen," jelas Novia.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help