WartaKota/

Gubernur Akpol: Orang Tua Taruna yang Anaknya Sedang Belajar di Akpol Jangan Cemas

Gubernur Akpol Irjen Pol Anas Yusuf meminta orang tua yang anaknya sedang menempuh studi di lembaga pendidikan itu tidak cemas.

Gubernur Akpol: Orang Tua Taruna yang Anaknya Sedang Belajar di Akpol Jangan Cemas
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SEMARANG - Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Pol Anas Yusuf meminta orang tua yang anaknya sedang menempuh studi di lembaga pendidikan itu tidak cemas menyusul insiden tewasnya taruna tingkat II Mohammad Adam yang diduga akibat dianiaya seniornya.

"Saya yakin orang tua khawatir, tetapi tidak perlu cemas," katanya di Semarang, Sabtu (20/5/2017) malam.

Ia menegaskan akan meningkatkan pengawasan agar peristiwa tersebut tidak terulang.

Baca: Taruna Akpol Tewas Diduga Dianiaya

Foto almarhum taruna Akpol tingkat II Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam dipajang di rumah duka Kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).
Foto almarhum taruna Akpol tingkat II Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam dipajang di rumah duka Kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Dalam kesempatan itu, Anas juga menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua Brigadir Dua Mahommad Adam.

Ia menyatakan siap bertanggung jawab terhadap persoalan tersebut, apapun konsekuensinya.

Ia juga akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme pendidikan di Akademi Kepolisian tersebut.

"Sebenarnya sudah maksimal, tetapi tetap ada kekurangan," katanya.

Salah satu yang yang menjadi perhatian utama dalam evaluasi tersebut, menurut dia, yakni kegiatan kumpul korps para taruna.

Menurut dia, kegiatan kumpul korps tersebut sesungguhnya bermanfaat untuk meningkatkan kebersamaan.

Namun, lanjut dia, terdapat tindakan yang tidak boleh dilakukan.

Baca: VIDEO: Rekan Seangkatan Taruna Akpol Melayat ke Rumah Duka

Sejumlah sahabat seangkatan almarhum taruna Akpol tingkat II Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam berdoa usai prosesi pemakaman di Kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).
Sejumlah sahabat seangkatan almarhum taruna Akpol tingkat II Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam berdoa usai prosesi pemakaman di Kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Krimimal Umum Polda Jawa Tengah menetapkan 14 tersangka penganiayaan hingga tewas terhadap taruna tingkat II Akpol Semarang, Brigadir Dua Mohammad Adam.

Sebanyak 14 tersangka tersebut merupakan taruna tingkat III yang merupakan senior korban.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.  (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help