WartaKota/

Novel Baswedan Diteror

Usai Operasi, Begini Kondisi Mata Novel Baswedan

Menurutnya, tim dokter menjelaskan bahwa ada sejumlah tindakan yang dilakukan pasca-operasi.

Usai Operasi, Begini Kondisi Mata Novel Baswedan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan kursi roda saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center untuk menjalani perawatan lanjutan, usai mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras, yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

WARTA KOTA, KUNINGAN - Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, operasi mata penyidik senior Novel Baswedan di rumah sakit Singapura, berjalan lancar.

Menurutnya, tim dokter menjelaskan bahwa ada sejumlah tindakan yang dilakukan pasca-operasi.

"Pertama, pemasangan plasenta dilakukan untuk kedua mata. Mata kanan, pemasangan hanya dilakukan di bagian kornea (bagian hitam). Sementara, mata kiri pemasangan dilakukan untuk conjunctiva (bagian putih) dan kornea," kata Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Jumat (19/5/2017).

Febri menjelaskan, akan ada gangguan penglihatan yang dialami Novel untuk beberapa saat, sambil menunggu selaput mata tumbuh kembali.

"Tim dokter memberikan contact lens untuk menjaga agar membran plasenta tetap pada posisi seharusnya. Membran plasenta yang dipasang akan dengan sendirinya menyatu dengan selaput mata, sehingga tidak dibutuhkan operasi pembuangan membran plasenta," tutur Febri.

Selain itu juga dilakukan pengecekan tekanan mata, serta melihat huruf dan angka.

"Mata kiri tekanan cukup tinggi (22) dan tidak dapat melihat huruf sama sekali. Penurunan signifikan terhadap kemampuan mata terjadi karena tertutup selaput dan contact lens. Sementara, tekanan mata kanan normal, dan penglihatan hanya sampai baris kedua huruf besar," tuturnya.

Novel Baswedan diserang orang tak dikenal dengan air keras, setelah melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017.

Akibat penyerangan itu, Novel mengalami luka bakar di wajah dan cedera di kedua matanya. Saat ini, Novel masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Singapura. (*)

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help