WartaKota/

Indonesia Dapat Sumbangan 80 Ton Obat-obatan Kedaluwarsa Saat Tsunami Aceh 2004

Menteri Kesehatan periode 2004-2009 Siti Fadilah Supari, mengungkapkan kisah memilukan mengenai penanganan bencana tsunami di Aceh pada 2004 silam.

Indonesia Dapat Sumbangan 80 Ton Obat-obatan Kedaluwarsa Saat Tsunami Aceh 2004
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017). Siti Fadillah didakwa merugikan keuangan negara Rp 6,1 miliar dari pengadaan alat kesehatan, guna mengantisipasi kejadian luar biasa 2005 di Kemenkes, dan menerima suap Rp 1,875 miliar dari PT Graha Ismaya. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Menteri Kesehatan periode 2004-2009 Siti Fadilah Supari, mengungkapkan kisah memilukan mengenai penanganan bencana tsunami di Aceh pada 2004 silam.

Menurut Siti Fadilah, Indonesia menerima 80 ton obat-obatan yang sudah kedaluwarsa dari luar negeri, ketika bencana tsunami meluluhlantakkan negeri Serambi Mekkah itu.

"Saya dan Ibu Chusniah (bekas Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Chusniah Rubiyana Akib) membakar 80 ton karena obat-obatan itu expired," ungkap Siti Fadilah saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Siti Fadilah menuding negara-negara tersebut memilih sikap berhemat, yakni memberikan obat-obat tersebut ke Indonesia, dibandingkan mengeluarkan biaya lebih karena harus memusnahkan obat tersebut di negaranya.

"Mereka lebih irit diberikan kepada negara yang dapat bencana, daripada dibakar di negaranya sendiri, sehingga kita jadi buangan sampah luar negeri," ujar Siti Fadilah.

Siti Fadilah mengaku lupa negara mana saja yang mengirimkan obat-obat yang sudah tidak layak dikonsumsi tersebut. Namun, dia mengaku telah melaporkannya ke Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Biaya yang bakar obat-obatan yang expired itu tidak sedikit. Saya lupa dananya dari mana. Sudah kita lapor ke WHO," imbuhnya.

Siti yang mengunjungi Aceh pada 27 Desember 2004, mengungkapkan kengerian luar biasa di Aceh. Bagaimana tidak, kata dia, mayat-mayat bergelimpangan layaknya gunung mayat.

"Masih banyak mayat-mayat pegangan tiang listrik dan jembatan. Lebih syok lagi kita tinjau rumah sakit hilang semua. Bukan hanya rumah sakit yang hilag, tetapi suster dan dokter yang hilang. Yang ada adalah pasien yang teriak tidak dikasih makan dan tidak diberi obat. Saya benar-benar syok," papar Siti Fadilah.

Siti Fadilah Supari didakwa menyalahgunakan wewenangnya terkait pengadaan alat kesehatan (Alkes), guna mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) tahun 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Depkes RI.

Perbuatan Siti Fadilah telah memperkaya PT Indofarma Tbk Rp 364.678.940, dan memperkaya PT Mitra Medidua Rp 5.783.959.060, sehingga telah mengakibatkan kerugian negara Rp 6.148.638.000. (*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help