WartaKota/
Home »

News

Sejumlah Anak di Bawah Umur Terjaring Razia Perdagangan Orang Jadi Pemandu Lagu

Sejumlah anak di bawah umur diduga jadi korban perdagangan orang dan dipekerjakan jadi pemandu lagu karaoke.

Sejumlah Anak di Bawah Umur Terjaring Razia Perdagangan Orang Jadi Pemandu Lagu
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Kasus terungkap lantaran ada informasi dari masyarakat. Setidaknya, kami berkooordinasi dengan Dinas Sosial agar mereka dibina. 

WARTA KOTA, KOJA -- Pihak Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 29 wanita diduga korban sindikat penjualan orang (Human Trafficking), di sebuah tempat karaoke di Kawasan Kelapa Gading 'NMO', yakni di Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/5/2017), malam.

Di antara 29 wanita pemandu lagu yang diamankan polisi, ada 10 wanita dibawah umur yang diduga jadi korban human trafficking.

"ada 29 wanita penghibur atau pemandu lagu di salah satu tempat karaoke ternama wilayah Kelapa Gading Barat, yang kami amankan. 10 diantaranya, masih belia dan sudah tak duduk dibangku sekolah. Mereka bekerja, dan diduga mereka adalah korban human trafficking. Jadi ini menurut saya sudah keterlaluan. Tetapi, ini masih diselidiki dulu," ungkap Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Dwiyono, pada Jumat (19/5/2017), siang.

Dijelaskan Dwiyono, beberapa pelaku Human Trafficking pun dibekuk di lokasi, yaitu DN, HS, dan KL.

Ketiga pelaku itu merupakan sebagai mucikari berperan sebagai germo, atau mami yang merekrut sejumlah wanita baik dari usia dibawah 17 tahun, hingga 20 tahun keatas.

"Mereka ini sebutannya itu Ladies Companion (LC) dari sejumlah daerah. Mereka ini, dibayar sangat murah. Para tersangka ini iming-imingi para pemandu lagu itu, dengan mendapatkan honor sebesar Rp 120 ribu per-jam. Kesepuluh gadis belia dibawah umur itu, baru kita cek ya ternyata berdomisili di DKI Jakarta. Sisanya ya dari luar daerah.

Diduga adanya dugaan praktik prostitusi, akui Dwiyono, masih selidiki tempat karaoke yang telah beroperasi selama lima tahun itu. Pasca pemeriksaan, Dwiyono mengakui akan segera panggil kedua orangtua kesepuluh gadis belia ini guna diberikan pembinaan.

"Kasus terungkap lantaran ada informasi dari masyarakat. Setidaknya, kami berkooordinasi dengan Dinas Sosial agar mereka dibina. Lalu, untuk ketiga tersangka yakni HN, DS, serta KL ini pasti dihukum. Mereka dikenakan Pasal 88 Jo 761 UU RI Nomor 35 Tahun 2014, Tentang Perlindungan Anak," kata Dwiyono.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help